HETANEWS.COM

Dilarang, Pengusaha Galian C di Tanah Jawa Ancam Warga

Aktivitas galian C di Sungai Bah Kisat, Kecamatan Tanah Jawa (foto : Tumpal Tanjung)

Simalungun, hetanews.com  - Aktivitas galian C di Sungai Bah Kisat, Huta Suka Ramai, Kelurahan Pematang Tanah Jawa, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, ancam kelestarian ekosistem lingkungan. Bahkan tanah kuburan yang berada persis di atas galian itu terancam longsor.

Sejumlah warga menyesalkan adanya galian C dengan memahat batu di sungai itu. Pasalnya, meski sudah pernah dilaporkan, sang pengusaha galian Cdisebut-sebut seperti kebal hukum.

"Si Edward Pohan yang punya (galian) itu. Sudah pernahnya kami laporkan dan ditangkap polisi, tapi dilepas dan mereka berbuat lagi," ujar salah satu warga sekitar, Saut Sianturi kepada wartawan, Sabtu sore (5/2/2016).

Menurut Saut, galian C jenis bebatuan di sungai itu berlangsung sekitar 3 minggu. Sebanyak 34 orang warga telah melaporkan secara tertulis kepada aparat Polsek Tanah Jawa pada 25 Februari 2016 lalu.

"Edward sudah buat pernyataan di depan Kepolisian agar gak menggali lagi. Namun setelah ditangkap, dua hari kemudian mereka sudah beroperasi lagi," kata Saut dan kesal tidak adanya kontrol dari Kepolisian setempat.

Hal yang sama dilontarkan warga lainnya, Salohot Hutasuhut. Dia mengaku pernah melarang Edward untuk tidak menggali bebatuan di tepi sungai, sebab selain merusak ekosistem lingkungan akan berdampak tanah longsor.

"Kuburan kan ada pas di atas yang digali mereka. Saya takut nanti bisa timbulkan longsor. Karena kuburan itu milik keluarga kami marga Panjaitan. Namun malah saya yang dimaki-makinya. “Saya bunuh kau nanti di sini," ujar Salohot menirukan perkataan Edward.

Sementara itu, di lokasi penambangan kepada wartawan, Edward mengatakan tidak perlu ada izin untuk galian C tersebut. Menurutnya, banyak penambang di aliran Sungai Bahkisat itu hampir tak mempunyai izin.

"Gak ada izin-izinnya. Surat rekomendasi dari camat ada. Banyak (penambang) disini gak ada izin. Kayak di depan itu punya Eko Sinaga juga gak ada izinnya," kata Edward.

Dijelaskan warga Kampung Melayu, Nagori Pematang Tanah Jawa, Kecamatan Tanah Jawa ini, jika sesuai perjanjian dia akan menyetorkan ‘pelicin’ pada pihak kecamatan. “Ya kalau ada apa – apa saya kasih sebesar Rp 150 ribu pada  camat," pungkasnya.

Penulis: bt. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!