Siantar, hetanews.com – Kasus dugaan korupsi pembangunan tembok Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Djasamen Saragih kini sudah ditangani oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Hal tersebut dikatakan Ondo Purba, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Siantar di sela-sela konferensi pers, Rabu (02/03/2016).

“Kasus tumbangnya tembok rumah RSUD Djasamen Saragih sudah kita tindak lanjutin. Sekarang BPKP sedang menghitung dan sudah dua kali diekspos di BPKP. Turun dari BPKP kita akan langsung limpahkan,” ujar Ondo Purba.

Untuk EIS, dikatakannya belum dilakukan penahanan karena belum keluar dari BPKP-nya. “Kalau keluar dari BPKP nya menyatakan ditahan, kita akan segera melakukan penahanan,” kata Ondo ketika ditanya mengapa EIS belum ditahan padahal kasus tersebut sudah lama sekitar 3 tahun lalu.

Dijelaskannya, dalam kasus itu memang terdapat penyimpangan dan ada kerugian negara. “Kalau menunggu kapan keluar surat dari BPKP, itu yang belum aku bisa jawab. Tapi kita tetap komunikasi agar secepatnya, kita minta diprioritaskan sama BPKP,” jelasnya.