Tebingtinggi, hetanews.com - Dua orang abang beradik, M Nasir alias Gondrong (35) dan M Zakaria alias Jaka (19), keduanya warga Dusun Mesjid Desa Kayu Besar, Kecamatan Bandar Khalipah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) ditangkap petugas Polsek Bandar Khalifah Polres Tebingtinggi, karena memiliki narkotika jenis sabu-sabu seberat 2,04 gram.

Kini keduanya menjalani pemeriksaan di Polres Tebingtinggi, Selasa (23/2/2016). Informasi diperoleh di Mapolres Tebingtinggi, penangkapan kedua abang beradik yang terjadi pada Sabtu (21/2/2016) malam. Ini berawal dari adanya laporan ke Polsek Bandar Khalipah yang menyebutkan jika Nasir alias Gondrong kerap menyimpan dan menjual narkotika jenis sabu.

Mendapat informasi tersebut, pihak Polsek selanjutnya melakukan penyelidikan dan akhirnya melakukan penangkapan terhadap keduanya. Awalnya barang bukti narkoba ditemukan dari bawah jok sepeda motor Yamaha Vega tanpa plat milik Jaka. Petugas menemukan satu bungkus kotak rokok berisi 6 bungkus plastik paket kecil sabu seberat 2,04 gram, 1 buah kaca pirex, 1 buah jarum suntik, dan 3 plastik kecil kosong.

Selanjutnya kedua tersangka beserta barang bukti diamankan petugas Polsek Bandar Khalipah ke Satnarkoba Polres Tebingtinggi untuk menjalani pemeriksaan.

Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi Iptu MT Sagala kepada wartawan menjelaskan, sebelum menangkap tersangka Nasir, petugas terlebih dahulu menangkap adik tirinya bernama Jaka. “Tersangka Jaka ditangkap di depan rumah Nasir abangnya. Dari pengakuan Jaka, Nasir akhirnya berhasil ditangkap saat berada di belakang rumahnya,” jelas Sagala.

Dia juga mengungkapkan, jika kedua tersangka merupakan abang beradik dari satu ayah namun lain ibu.

Tersangka Nasir mengaku, jika sabu yang telah dikenalnya sejak tiga tahun lalu itu dibelinya dari Ucu, warga Sergai dengan harga Rp 900 ribu per gram.  Selanjutnya sabu t diolah hingga menjadi sabu paket hemat dan dijual Nasir dengan harga Rp 50 - 100 ribu per paket. “Saya sudah enam kali belanja sabu dari Ucu, hasilnya lumayan untuk menambah uang belanja,” aku Nasir.

Nasir juga mengakui, jika dirinyalah yang menyuruh sabu tersebut disimpan di bawah jok sepeda motor milik Jaka. “Kemarin saya memang nitip sabu itu kepada Jaka untuk disimpan. Gara-gara itu adik saya jadi ikut ditahan. Jaka memang sering datang dan menginap di rumah saya,” sebut Nasir yang menyebutkan bahwa adiknya itu tinggal di Medang Deras, Kabupaten Batu Bara dengan ibu tirinya.

Sementara Jaka mengaku jika sabu tersebut bukan miliknya. Dirinya tau itu sabu, namun karena disuruh simpan sama Nasir, akhirnya dimasukan saja ke bawah jok sepeda motornya.

Kedua tersangka akan dijerat dengan melanggar Pasal 114 ayat 1 Subs Pasal 112 ayat 1 Undang - Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.