Siantar, hetanews.com -  Frans Nero Sinaga, tahanan yang tewas di Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polsek Siantar Barat pada Senin (22/2/2016), usai diotopsi pihak Instalasi Forensik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Djasamen Saragih.

Kepala Instalasi Forensik RSUD Djasamen Saragih, Reinhard Hutahean mengatakan, penyebab tewasnya tersangka kasus pencurian handphone (HP) itu akibat terendam air.

"Sesuai hasil autopsi penyebab (Frans) meninggal dunia murni karena terendam didalam ember. Ditemukan air di dalam paru-paru," katanya dihubungi hetanews, Selasa (23/2/2016).

Menurut Reinhard, sejumlah luka disekujur tubuh korban, seperti memar di leher, dada serta kening korban disebabkan benda tumpul. "Seperti goresan di dada korban, itu karena permukaam ember. Sama juga dengan di lehernya," kata Reinhard.

Dia menuturkan, semua hasil otopsi tentang luka yang dialami korban, identik dengan yang ditemukannya  di sel tahanan korban. Diketahui Reinhard ikut melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan Kepolisian.

Sebelumnya, warga Jalan Viyata Yudha, Kecamatan Siantar Sitalasari ini ditangkap karena hendak mencuri sebuah tablet merek Samsung dari rumah Ningsih di Jalan Senam, Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat, Senin (15/2/2016) lalu.

Sementara istri korban, Putri Pane menjelaskan, Senin (22/2/2016) sekira pukul 10.00 WIB, datang menjenguk suaminya. Sewaktu menjenguk, dia sempat memberikan suaminya makan dan rokok sebungkus. Berselang beberapa jam, polisi menelepon Putri dan memberitahu jika suaminya sudah meninggal.