HETANEWS

Tak Akui 500 Juta Hasil Salah Transfer, Kiki Hanya Dihukum Percobaan

Kiki Situmorang, dipersidangan.

Siantar, hetanews.com - Kiki Situmorang (28) warga Jalan BW 19 Tojai Baru Kelurahan Bah Kapul Kecamatan Siantar Sitalasari dan yang juga tinggal di Jalan Asahan Km 4 Gang Gereja No 6, merupakan terdakwa kasus salah transfer ke rekening BCA atas namanya dihukum 1 tahun pidana penjara dengan masa percobaan selama dua tahun.

Artinya, apabila di masa percobaan selama 2 tahun tersebut Kiki melakukan tindakan kriminal atau pidana, maka hukuman 1 tahun pidana penjara tersebut harus dijalaninya.

Dalam sidang tersebut dipimpin oleh Ledis Maeriana Bakkara, dengan anggota Lodewijk Simanjuntak dan Hera Polosia. Sedangkan terdakwa, Kiki Situmorang didampingi oleh penasehat hukumnya, Besar Banjarnahor di Pengadilan Negeri Siantar, (23/02/2016) sekitar pukul 15.50 WIB.

Setelah membacakan putusan tersebut, hakim menanyakan apakah Kiki Situmorang dan Jaksa penuntut umum (JPU) menerima atau tidak atas putusannya. Terdakwa Kiki setuju dengan putusan itu, tetapi Jaksa masih pikir-pikir yang menandakan Jaksa akan banding.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Secsio Nainggolan dan Juli Sahreni Lubis menuntut terdakwa dengan hukuman pidana selama dua tahun penjara sesuai pasal 85 Undang – Undang (UU) RI Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana dan diminta segera ditahan. Tuntutan tersebut dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Rabu (20/1/2016).

Adapun kejadian tersebut, pada 2 Desember 2013, teller BRI cabang Ciputat melakukan kesalahan transfer uang sebesar Rp 500 juta ke rekening BCA atas nama Kiki Situmorang. Padahal, seharusnya transfer tersebut dituju kepada PT Multikaradiguna Jasa selaku pemilik rekening UOB Buana Cabang Depok.

Kemudian BRI cabang Ciputat mengirim surat ke BCA Siantar perihal permohonan pengembalian dana atas kesalahan transfer tersebut. Selanjutnya, BCA Siantar memberikan jawaban belum dikembalikan, dengan alasan tidak ada kuasa debet dari pemilik rekening, Kiki Situmorang.

Pada tanggal 18 Desember 2013, Stevanus Nababan selaku Account Officer BRI cabang Ciputat melakukan kunjungan ke BCA Cabang Siantar. Selanjutnya pihak BCA melakukan pemanggilan terhadap terdakwa Kiki Situmorang.

Kiki didampingi oleh istri dan mertuanya datang ke BCA Cabang Siantar memenuhi panggilan tersebut. Selanjutnya dijelaskan bahwa uang Rp 500 juta di rekeningnya bukanlah haknya serta diminta untuk menandatangani surat pernyataan.

Namun terdakwa tidak mau menandatangani dan tak bersedia  mengembalikan uang tersebut. Dia mengatakan, uang yang sudah masuk ke rekeningnya atau adalah sebagai miliknya atau haknya. Kiki juga mengatakan, akan membawa permasalahan ini ke media, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan lain-lain.

Selanjutnya Kiki juga menyatakan bahwa uang sebesar Rp 500 juta di rekeningnya adalah miliknya yang didapat dari bisnis pribadi yaitu penjualan ayam. Ini ditambah dari penghasilan tetap dari pekerjaannya yaitu pegawai Pramusaji di KFC Siantar.

Karena tidak adanya itikad baik dari terdakwa untuk mengembalikan uang tersebut kepada pihak BRI, maka pada tanggal 24 Desember 2013, M Siregar selaku pemimpin BRI Cabang Ciputat untuk melaporkan permasalahan ini ke Bareskrim Polri untuk penyelesaian lebih lanjut.
 

Penulis: ndo. Editor: des.