Siantar, hetanews.com- Selama ini masyarakat beranggapan, kotoran dari ternak hanya bisa digunakan sebagai pupuk kompos ataupun sebagai biologi gas (Biogas) saja. Anggapan tersebut menjadi berbeda ditangan salah satu periset pengembang peternakan, Bona Pakpahan.

Kamis, (18/2), hetanews menemui dia di rumahnya, jalan Kasuari No 17, untuk melihat penelitiannya untuk mengembangkan kotoran ternak menjadi tiga produk yang bermanfaat. Tak hanya membuat Biogas saja, bahkan hasil fermentasinya dia akan membuat pakan ternak dan pupuk cair dari kotoran ternak.

Awal penelitiannya, Bona menyiapkan kotoran sapi sebanyak 150 Kg di tambah air 225 Kg dan dicampur oleh Aktifator hasil Fermentasinya sendiri. Dia berencana akan membuat tiga produk sekaligus dari fermentasinya. "Tetapi aktifator yang saya buat ini berasal dari campuran beberapa aktifator sehingga mendapatkan hasil fermentasi yang benar-benar optimal," katanya.

Dia menargetkan, dari hasil fermentasi yang menggunakan aktifatornya tersebut dapat menghasilkan Biogas yang lebih banyak dibanding biogas dari pabrikan. "Saya belum mengukur, karena saya tidak memiliki alat ukur, tetapi melihat dari hasilnya, setiap hari bisa menghasilkan gas.

Dari percobaan yang menggunakan korek gas memancing api dari gas, dan apinya tetap berjalan, tetapi standartnya, setiap 100 kg biogas bisa menghasilkan 0,3 M3, tafsiran saya lebih dari situ, dan saya menargetkan bisa mencapai 0,5 M3-0,6 M3," jelasnya.

Bagimana menghasilkan dua produk lagi? Bona menjelaskan, hasil fermentasi yang dilakukannya akan merubah senyawa-senyawa yang ada di kotor sapi tersebut, kemudian menghasilkan endapan, dan endapan tersebutlah yang dimanfaatkannya untuk menghasilkan produk lainnya, seperti pakan ternak.

"Dalam kotoran itu terkandung C)2 N2 H2, COO2 H2S. Dengan adanya aktifator (bakteri) yang dimasukkan kedalam campuran kotoran sapi ditambah air aktifator dapat merubah senyawa-senyawa yang ada dikotoran sapi menjadi gas metan (CH4), dan sisanya yang ada didalam endapan dan cairan banyak mengandung unsur Nitrogen (N) yang diperlukan oleh tanaman dan ternak," terangnya.

Namun, kata Bona, proses untuk menghasilkan pakan ternak dapat dilakukan setelah proses Biogas. "Setelah proses biogas selesai 7-14 hari, maka hasil endapan dan air dipisahkan, endapan tersebut dilanjutkan proses fermentasi menggunakan aktifator yang telah saya tentukan. Target saya harus bisa menjadi penambah pakan ternak, dengan asumsi dapat mengurangi penggunaan pakan ternak pabrik 30 sampai 40 persen," tuturnya.

Untuk Airnya tersebut, kata Bona, dibuat pupuk cair yang bermanfaat bagi pertanian. "Bentuk cair dari fermentasi tadi, air es dari biogas itu dilanjutkan lagi fermentasi untuk mendapatkan pupuk cair organik. Tadikan ada 150 Kg kotoran basah diawal, kemudian diencerkan dengan menggunakan 225 kg air, jadi dengan perbandingan 1 : 1,5 tadi, kemudian hasil dari biogas ada endapan dan air, setelah itu dipisahkan.

Cairan yang didapat dari proses biogas dilanjutkan fermentasi kembali menggunakan aktifator dan hasilnya dapat dibuat sebagai pupuk cair organik, sebagai pupuk untuk pertanian, dengan hasil pupuk cair bisa dapat sebanyak 225 Kg," terangnya.

Adapun keuntungan dari hasil fermentasinya tersebut, kata Bona, peternak mendapatkan keuntungan yang berlebih dari hasil peternakannya. "Dari kotoran itu, kita sudah menggunakan teknologi yang tepat guna dan ramah lingkungan, yang mana selama ini, kotoran banyak dipergunakan hanya sebagai kompos saja, tetapi dengan proses fermentasi biogas dan fermentasi lanjutan, dapat menghasilkan tiga produk sekaligus, yaitu biogas (biologi gas), campuran pakan ternak dan pupuk cair, berarti bisa menghasilkan keuntungan yang berlebih," katanya.

Adapun kendala yang dialami Bona, yakni sulitnya mendapatkan kotoran sapi yang langsung ditampung dan tidak terkena air hujan. "Yang menjadi kendala, yakni cara menampung kotoran tersebut dan tidak terkena hujan. Akibat dari pada hujan kotoran sudah mengandung kadar zat asam yang lebih tinggi, karena Gas ada terdiri dari campuran zat asam yang dapat mengurangi kualitas hasil setelah fermentasi dilakukan," ungkapnya.