Simalungun, hetanews.com - Petugas Sat Narkoba Polres Simalungun menangkap tiga orang sipir Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Narkoba Klas II A Simalungun, di Pematang Raya, berinisial NS, ZS dan MD, Rabu (17/2/2016).

Ketiganya ditangkap terkait peredaran narkotika jenis sabu – sabu dan ganja di lapas tempat mereka bekerja. Ternyata, sabu – sabu yang akan diedarkan dibeli dari Medan.

Ini diungkapkan NS yang pertama sekali ditangkap petugas Sat Narkoba di Pematang Raya. Dia mengaku, sebagai pemasok ke lapas itu dan bekerja sama dengan ZS. Sabu-sabu dibeli dari Medan."Belinya dari Zulkarnain alias Ace di Medan. Satu jie (per gram) seharga Rp 900 ribu," katanya.

Ketiga sipir yang  ditangkap merupakan sindikat jaringan narkotika jenis sabu-sabu di Lapas Narkoba Kelas II A Kabupaten Simalungun. Hal itu dikatakan Kapolres Simalungun AKBP Yofie Girianto ketika menggelar perkara terhadap ketiga sipir, Rabu malam (17/2/2016) di Asarama Polisi (Aspol) Jalan Sangnaualuh, Kecamatan Siantar Timur, Kota Siantar.

Kapolres berjanji akan mendalami kasus peredaran narkotika di Lapas tersebut. Baca juga: http://www.hetanews.com/article/44610/kapolres-simalungun-berjanji-dalami-kasus-narkoba-di-lapas. "Mereka ini memang target operasi (TO) kami. Tersangka NS yang pertama ditangkap, kemudian pengembangan ke ZS dan MD," kata Yofie.

Adapun barang bukti yang disita yakni, 1 paket sabu seberat 0,46 gram dan 10 paket sabu 59,70 gram, ganja 2,42 gram, 2 unit handphone (HP) dan sejumlah kaca pirex.