HETANEWS
CITIZEN JOURNALISM

BI Siantar Perluas Klaster Bawang Merah di Batubara

Panen bawang merah (ilustrasi)

Siantar, hetanews.com - Kantor Perwakilan (Kpw) Bank Indonesia (BI) Siantar memperluas klaster bawang merah hingga ke Kabupaten Batubara. Selasa (16/2/2016) dilaksanakan panen perdana bawang merah binaan KPw BI Siantar di demonstration plot (demplot) di Desa Tanah Tinggi, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara di lahan kelompok tani (koptan) seluas 2.400 meter.

Sesuai rilis pers yang diterima, Rabu (17/2/2016), panen bawang merah itu dihadiri Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnaen, Ketua DPRD, Selamat Arifin, Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Azijul, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3), Sahala Nainggolan), peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Utara, Sorta Simatupang, Ketua Koptan Sumber Rezeki, Ngadimin, Ketua Koptan Sidojadi, Parimun dan Ketua Koptan Benteng Jaya Adriansyah. 

Kepala KPw BI Siantar, Elly Tjan, dalam sambutannya menyampaikan pengembangan budidaya bawang merah merupakan salah satu komitmen pihaknya (BI) dalam upaya memfasilitasi atau mendorong pengembangan sektor riil melalui klaster. Pengembangan klaster bawang merah di Batubara ini adalah perluasan klaster bawang merah yang sebelumnya telah dilakukan di Simalungun.

Pengembangan di Simalungun dimulai pada Tw III 2014 melalui pembuatan demplot seluas 3.200 m melibatkan dua koptan dan 35 orang anggota di Kecamatan Haranggaol Horisan dan Pematang Silimakuta. “Perluasan terjadi secara bertahap hingga Januari 2016. Petani yang terlibat bertambah menjadi 183 orang tergabung dalam 13 koptan dengan luas lahan 2,16 hektar,” paparnya.

Elly menuturkan, inisiasi pembuatan demplot bawang merah di Batubara dilakukan di Poktan Sumber Rezeki (Desa Tanah Tinggi, Air Putih), Poktan Sidojadi (Desa Tanah Timbul, Sei Balai) dan Poktan Benteng Jaya (Desa Benteng Jaya, Sei Balai). Penanaman perdana dilakukan pada tanggal 14 Desember 2015? dengan total luas tanam seluas 14 rante (0,56 hektar) dan varietas yang digunakan adalah Bima. 

Sebelumnya, para petani melakukan budidaya padi dengan pola dua musim tanam per tahun. Dalam masa beda di antara musim tanam tersebut, petani menanam semangka dengan masa panen sekitar tiga bulan yang menyebabkan masa bera tanam padi berikutnya seringkali mengalami kelambatan.

“Dengan usia tanam yang lebih singkat (55 - 60 hari), bawang merah menjadi opsi tanaman hortikultura yang dapat ditanam pada masa bera padi maupun cabai merah. Di samping itu, bawang merah juga merupakan salah satu komoditas penyumbang inflasi di Provinsi Sumatera Utara, termasuk di Kota Siantar. Permintaan masyarakat terhadap bawang merah merah senantiasa tinggi, sementara produksi bersifat musiman,” sebut Elly.

Menurutnya, dalam rangka pengembangan klaster bawang merah di Batubara, KPw BI Siantar telah memfasilitasi pemberian bantuan saprodi berupa bibit, pupuk, obat-obatan dan perlengkapan produksi lainnya.

KPw BI Siantar bekerja sama dengan BPTP Provinsi Sumut memberikan bantuan teknis berupa pelatihan (sekolah lapang) tentang teknis budidaya bawang merah kepada para petani. Selain itu, bekerjasama dengan stakeholders terkait akan terus berupaya mendukung pengembangan klaster ketahanan pangan dan komoditas unggulan, dalam rangka melaksanakan tugas dalam menjaga kestabilan harga/inflasi.

“Ke depan, budidaya bawang merah yang diawali dari demplot di Tanah Tinggi diharapkan dapat meluas menjadi suatu klaster. Inisiasi pengembangan klaster bawang merah di Batubara diharapkan tidak mempengaruhi atau mengurangi kapasitas petani dalam produksi beras dan cabai merah. Hal tersebut dapat dicapai dengan pengaturan pola tanam, yakni melakukan budidaya bawang merah di antara musim tanam padi dan cabai merah,” sebut Elly.

Penulis: aan. Editor: aan.