HETANEWS

Mahasiswa Siantar Simalungun Jangan Sampai Terdoktrin LGBT, Tidak Sesuai Agama dan Budaya

Siantar, hetanews.com – Isu Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender atau yang biasa disingkat LGBT sedang hangat-hangatnya sekarang ini dibahas di Indonesia. Suatu kelainan seksual ini dianggap sudah masuk di kalangan pemuda, khususnya kaum terpelajar, seperti kalangan mahasiswa.

Kesatuan Aksi Mahasiswa Siantar Simalungun (Kamsisi) menolak dengan keras adanya kaum LGBT, karena hal tersebut sangat bertentangan baik dari sisi agama ataupun adat-istiadat yang dianut masyarakat Indonesia.

“Kami sangat tidak setuju dengan LGBT karena hal tersebut sangat berlawanan dengan sisi agama dan kebudayaan atau adat-istiadat masyarakat Indonesia yang menganut budaya ketimuran,” ujar Ricky Sinaga, ketua Kamsisi wilayah Sumatera Utara, Senin (15/2).

Mahasiswa jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Universitas Negeri Medan (Unimed) ini juga pernah mendengar komunitas kaum LGBT di mahasiswa Medan. “Kita harus tolak dengan keras LGBT, karena itu sebuah keanehan. Mengenai isu apakah LGBT sudah memasuki kaum mahasiswa di kota Medan, saya memang pernah mendengarnya.

Apakah yang saya dengar itu apakah valid? Itu yang belum saya dapatkan informasi yang jelas. Sampai-sampai di salah satu kampus di Medan itu, isunya sudah ada komunitasnya, contohnya saja yang lagi heboh saat ini, grup mahasiswa LGBT di media sosial. Memang itu masih isu belaka karena pihak dari rektorat mereka sedang menelusuri hal tersebut,” ungkap mahasiswa asal Siantar ini.

Ricky juga meminta agar kampus-kampus lainnya tidak terikut dengan komunitas tersebut serta pemerintah serius menanggapi masalah tersebut. “Isu adanya komunitas di kalangan mahasiswa tersebut agar kampus lain tidak terikut untuk membentuk komunitas serupa.

Harapan kepada pemerintah kita untuk harus serius menanggapi isu LGBT ini, agar generasi muda tidak kian terjerumus dengan hubungan kelainan seksual tersebut. Harus bisa kita mulai dari hal kecil dulu seperti memulai dari keluarga. Juga kepada orang tua juga semoga bisa lebih mengkontrol anak-anak nya terlebih kita melihat pergaulan yang saat ini bisa saja dengan mudah merusak anak anak,” harapnya.

Terakhir, ia menginginkan agar mahasiswa Siantar-Simalungun jangan sampai terdoktrin dengan LGBT. “Harapan kepada mahasiswa Siantar Simalungun ya jangan sampai kita terdoktrin dengan isu ini. Terlebih kita yang berasal dari Siantar Simalungun ini harus selalu mengingat bahwa kita masih kental dengan adat istiadat yang kita punya. Dan harapan nya kita sebagai mahasiswa asal Siantar Simalungun menjadi garda terdepan menolak LGBT,” tutup Ricky Sinaga.

Penulis: ndo. Editor: ebp.