Siantar, hetanews.com- Dinas Tataruang dan Permukiman (Distarukim), menyayangkan atas hancurnya pot-pot bunga yang berada di sepanjang trotar jalan, padahal kehadirannya untuk menambah keindahan kota, dan berguna untuk menyerap karbon dioksida atau pembuangan asap kendaraan.

Hal itu diutarakan oleh Kadistarukim Siantar Lukas Barus kepada hetanews ketika ditemui di kantornya, Senin (15/02/2016). Dia mengatakan banyak Pot-pot Bunga yang hancur, merugikan warga Siantar itu sendiri.

"ini juga kita sayangkan banyak, pot-pot bunga yang hancur di trotoar jalan, seperti yang di Jalan Ahmad Yanilah ini, akan berdampak rugi kepada kita juga," katanya sambil menunjukkan pot-pot bunga yang sudah rusak kepada wartawan.

Lukas mengatakan, tujuan lain dari adanya bunga-bunga yang ada di trotoar jalan untuk menambah keindahan kota Siantar. "Inikan untuk menambah wajah Kota Siantar agar semakin indah, dan bermanfaat juga untuk menangkap karbon dioksida yang dikeluarkan oleh kendaraan-kendaraan bermotor," katanya.

Adanya bunga-bunga yang ada di trotoar Jalan tersebut merupakan salah satu penunjang perhitungan untuk piala Adipura. “Salah satu alasan kita mendapatkan Adipura karena bunga-bunga itu, untuk menunjukkan bahwa kota Siantar merupakan kota yang asri," jelasnya.

Untuk itu, Lukas mengimbau kepada masyarakat Siantar agar sama-sama menjaga keberadaan dari bunga-bunga yang ada di trotoar jalan. "Kita harapkan kepada masyarakat, ayo sama-sama kita menjaga itu, agar Kota Siantar kita ini semakin indah, dan masyarakat juga tidak terlalu tercemari oleh polisi udara dengan adanya bunga-bunga," imbaunya kepada masyarakat melalui hetanews.com.