HETANEWS

65 Orang Lulusan STAI Samora Diwisuda

Para lulusan STAI Samora yang diwisuda (foto Humas Pemko Siantar)

Siantar, hetanews.com - Kehadiran sebuah perguruan tinggi di suatu daerah harus dibarengi dengan peningkatan kualitas akademik secara terus berkesinambungan.

Sehingga keberadaannya memberi manfaat bagi warga sekitar, serta lulusannya dapat diandalkan dalam berbagai bidang. Gelar akademis yang dimiliki para lulusannya harus mampu memberi solusi atas beragamnya persoalan yang dihadapi masyarakat, bangsa dan negara.

“Karena itu, semua sarjana para lulusan perguruan tinggi diharuskan menguasai perkembangan teknologi informasi. Karena dengan menguasai teknologi informasi kita akan terbantu menguasai perkembangan dunia yang semakin global ini,” sebut Penjabat (Pj) Wali Kota Siantar, Jumsadi Damanik, pada acara wisuda sarjana 65 orang lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Samora Siantar, Sabtu pagi (6/2/2016) di Convention Hall Siantar Hotel.

Sejalan dengan perkembangan pendidikan Islam, para alumni STAI Samora yang lulusannya sebagian besar adalah Sarjana Pendidikan Agama Islam, diharapkan memberi kontribusi terhadap pertumbuhan iman dan ketaqwaan anak-anak usia sekolah.

Wakil Ketua Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) Wilayah IX Sumatera Utara, Abbas Pulungan, saat sambutan dan orasi ilmiah, mengingatkan urgennya penataan adminsitrasi akademik perguruan tinggi melalui peningkatan status akreditasi.

“Kompetensi akreditasi perguruan tinggi menjadi prioritas karena menentukan masa depannya sendiri. Jika memungkinkan STAI Samora harus meningkat menjadi STAI Negeri, selanjutnya menjadi IAIN bahkan UIN. Karena itu, para lulusan yang berpotensi diharapkan melanjutkan studi ke S-2 dan S-3 dalam rangka mempersiapkan tenaga pendidiknya,” katanya.

Ketua STAI Samora, Salamuddin Lubis, dalam sambutannya sebelum melantik dan mewisuda lulusannya menjelaskan bahwa wisuda kali ini merupakan yang ke XIV sejak perguruan ini berdiri tahun 1994 lalu. Alumninya kini telah berjumlah 1.318 orang yang dihasilkan dari tiga kali pindah lokasi kampus.

Sebelum berkampus di Jalan Kavileri sekarang, STAI Samora sempat memakai gedung MAN di Jalan Singosari dan selanjutnya pindah ke Yayasan Pendidikan Islam, Jalan Kartini.  

Dalam arahannya, dirinya mengingatkan para alumninya untuk tidak pernah berhenti belajar, karena belajar harus dilakukan sepanjang hayat. “Wisuda bukan segala-galanya karena perjuangan selanjutnya masih panjang. Saudara-saudara harus bijak memanfaatkan hasil belajar selama kuliah dalam menempuh kehidupan lebih lanjut. Belajar dan teruslah membelajarkan orang lain, bahkan studi lanjut kalau punya kesempatan,” ujarnya.

Penulis: tom. Editor: aan.