Simalungun hetanews.com  - Ternyata dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) yang kini diselidiki oleh tim pidana khusus (pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun, bernilai ratusan miliar.

Sejak Senin (1/2/2016), hingga Selasa (2/2/2016), pihak Kejaksaan masih melakukan pemeriksaan terhadap penerima bansos dari Pemkab Simalungun tersebut. Kabarnya, seluruh penerima pansos tahun 2012, 2013 hingga 2014, akan diperiksa.

Salah satu jaksa pemeriksa, Jaksa Saud Damanik, menjelaskan bahwa kasus bansos yang kini diselidiki merupakan dana dari tiga tahun mata anggaran. Penyelidikan itu meneruskan perintah dari Kejaksaan Tinggi Sumut (Kejatisu) untuk menindaklajuti perintah Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Sebenarnya dari Kejagung dulu yang menangani ini, lalu turun ke Kejati. Kejati pun memerintahkan kita (Kejari Simalungun)," ujarnya.

Disebutkan, seluruh penerima hibah akan dimintai keterangan terkait penerimaan dana bansos tersebut untuk diminta pertanggungjawaban penggunaannya.

Beberapa diantara penerima hibah termasuk dari organisasi keagamaan, MTQ, gereja, Panitia Pengawasan Pemilihan (Panwaslih), sekolah, pramuka, Korpri, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan lainnya.

Dijelaskan, selama dua hari, pihaknya sudah memanggil sekitar 20 orang. Namun, ada beberapa yang tidak memenuhi panggilan pihak Kejaksaan.

Ketika ditanyakan hasil pemeriksaan sementara, termasuk dugaan-dugaan aliran dana yang menjadi adanya indikasi korupsi, Saud enggan menjelaskan lebih banyak.

"Ini kan masih penyelidikan, sebenarnya kita belum bisa berikan pernyataan kalau masih penyelidikan. Harap bersabar saja ya,” sebut Saud.