Siantar, hetanews.com  - Kegiatan diskusi pengembangan sistem sadar wisata , sapta pesona dan meningkatkan kapasitas usaha masyarakat destinasi Parawista di Kota Siantar, dilaksanakan di Taman Hewan Pematangsiantar (THPS), Jalan Gunung Simanuk - manuk, Kecamatan Siantar Barat.

Dalam diskusi itu, setiap pelaku wisata memperkenalkan diri mereka masing - masing. Seperti Manager THPS Nandang Suaida, memperkenalkan THPS dan kinerja mereka sehari-hari mengurus hewan – hewan. “Di sini kami sangat mencintai hewan. Selain memberikan makan, kami juga harus memikirkan kesejahteraan hewan, seperti memandikan ular, dan ketika harimau ngambek tidak mau makan harus sicari apa penyebabnya," sebutnya.

Nandang juga menyebutkan, bahwa acara ini dimulai oleh niat dari Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwista (Kadisporabudpar) Fatimah Siregar yang ingin merubah Kota Siantar tidak menjadi kota transit wisata saja, melainkan kota tujuan wisata.

“Ini berawal niat baik Kadisporabudpar, yang punya pemikiran Siantar kok jadi kota transit saja. Bagaimana kita merubah mindset menjadi persinggahan di Siantar, ekstranya baru ke Danau Toba," sebut Nandang

Hal ini kata Nandang untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Menurut Nandang, hal itu perlu kajian dan persiapan untuk menghadapi MEA tersebut. "Hal ini sengaja dilakukan untuk menghadapi MEA, sehingga kita harus siap dari segala sisi, tentunya digali potensinya di Siantar. Potensi di daerah ini diambil dari wisata, seperti becak Siantar yang memiliki keunikan, kulinernya, Museum Simalungun dan pabrik rokok,"terangnya

Untuk mendukung hal tersebut kata Nandang, membutuhkan fasilitas dan kesiapan mental dari masyarakat untuk mendukung Siantar menjadi Kota Destinasi Wisata. Selain itu, diwujudkan kerja sama yang baik antara Unsur Pimpinan Daerah (Uspida) dan masyarakat.

“Kita tingkatkan keamanan, tempat wisata maupun penginapan yang baik, tempat sampah, apa caranya menyamankan pengunjung. Satu hal, mindset kita harus diubah yang tidak ramah dengan pelayanan publik," paparnya.

Hal yang paling utama kata Nandang adalah meningkatkan budaya ramah dan buday jujur. Nandang mencontohkan, Senin (1/2/2016) dirinya menerapkan peraturan kepada pegawai THPS untuk berbudaya ramah.

“Di pintu masuk THPS juga saya pajang tulisan jika ini (THPS) lokasi ramah. Jadi kalau ada pengunjung komplain karena tidak dilayani dengan ramah, maka yang mengganti uang masuk itu mereka yang tidak ramah," katanya.

Nandang juga mengatakan bahwa keramahan dan kejujuran merupakan salah satu kunci untuk mensukseskan Kota Siantar menjadi Kota Destinasi Wisata.

“Mari kita jaga dan lestarikan budaya jujur dan budaya ramah, sehingga cita-cita untuk menciptakan Siantar menjadi Kota Destinasi Wisata dapat tercapai,” sebutnya.