Siantar, hetanews.com- Terkait putusan Pengadilan Negeri (PN) Siantar yang menjatuhkan hukuman kepada Briptu Sutardodo, dengan vonis pidana penjara selama 12 tahun dan denda satu milyar atau subsider tiga bulan penjara, dengan pasal yang dikenakan yakni pasal 112 ayat 2 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Kapolres Siantar AKBP Dodi Darjanto mengatakan, berdasarkan aturannya Sutardodo dapat dipecat dari Kepolisian, namun semua itu tergantung dari pimpinannya.

Hal itu diungkapkan Kapolres Siantar ketika ditanya oleh wartawan pada saat menghadiri acara Imlek Fair, Senin (01/02/2016). Dirinya sudah menyampaikan surat kepada Polisi Daerah Sumatara Utara (Polda Su) terkait putusan PN yang baru saja me-vonis Briptu Sutardodo.

"Saya sudah sampaikan surat kepada Poldasu terkait itu," katanya singkat.

Terdakwa kasus penyalagunaan narkotika ESS saat dibawa oleh pihak Kejaksaan Negeri Siantar untuk mengikuti sidang di Pegadilan Negeri Siatar, Senin (01/02/2016). ESS di jatuhi hukuman dua belas tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Siantar. (FOTO:LAZUARDY FAHMI)

Ditanya apa sanksi yang diberikan kepada Briptu Sutardodo, AKBP Dodi Darjanto mengatakan. berdasarkan aturan bahwa putusan diatas 3 Tahun penjara bisa dipecat. "Sesuai dengan aturan hukuman diatas 3 Tahun Penjara bisa dipecat," sebutnya.

Namun ditegaskan oleh AKBP Dodi Darjanto adalah bahasa bisa, sehingga bisa menimbulkan makna ganda dalam penegasan kapolres Siantar itu. "Ingat loh bahasanya bisa dipecat, tergantung pimpinanya," tegasnya.

Kajari kota Siantar M Masril saat memberikan keterangan kepada media pasca putusan terhadap terdakwa ESS, Senin (01/02/2016). (FOTO:LAZUADRY FAHMI)

Terpisah Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Siantar M Masril dengan tegas mengatakan, Kejaksaan Siantar untuk narkoba akan tetap melakukan pemberantasan. "Kita akan tetap melawan narkoba," sebutnya ketika ditemui wartwan di depan Kantor Kejaksaan, Senin (01/02/2016).

Ditanya soal apa yang akan dilakukan oleh Kejaksaan atas putusan dari PN Siantar terhadap Sutardodo, dia mengaku belum mengambil sikap atas hal tersebut. "Kita akan mikir-mikir dulu untuk Banding," tutupnya.