HETANEWS

Junimart Girsang Minta Kapolri Segera Tangkap Apin Lehu

Anggota Komisi III DPR, Junimart Girsang.

Siantar, hetanews.com  - Terkait kasus persidangan terhadap bandar sabu di Kota Siantar, Atan Makmur alias O'ong ternyata telah sampai ke Komisi III DPR RI.

Hal ini juga telah disampaikan kepada Kapolri tentang dugaan keterlibatan beberapa oknum anggota polisi yang bekerja sama dengan bandar besar narkoba se Sumatera Utara (Sumut) Apin Lehu. Ini terungkap melalui rapat kerja (raker) Komisi III DPR RI dengan Polri.

Hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi III Junimart Girsang kepada wartawan melalui telepon selulernya, Senin (1/2/2016). Dia mengatakan, telah mendapatkan pengaduan dari salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Siantar mengenai persidangan Atan Makmur alias Ong.

“Saya sudah menerima pengaduannya melalui salah satu LSM mengenai salah satu bandar besar narkoba di Siantar dan Simalungun yang bernama Apin Lehu yang tercetus melalui persidangan Atan Makmur alias Ong," ungkapnya.

Dari data yang diterimanya, Junimart mengatakan, bahwa ada keterlibatan beberapa oknum polisi, khususnya Satuan Narkoba. Bahkan kata Junimart, oknum polisi itu turut mengkonsumsi narkoba bersama bandar besar tersebut.

“Saya ada menerima tiga foto Satuan Narkoba Polresta Siantar yang mengkonsumsi narkoba bersama Apin Lehu. Saya juga ada data mengenai aliran dana atau setoran ke polisi,” sebut politisi dari PDI – Perjuangan ini.

Melalui data tersebut kata, Junimart, dirinya telah menyampaikan saat raker Komisi III,  meminta Kapolri turun langsung ke Siantar untuk menangani kasus tersebut. “Saya juga sudah sampaikan itu ke Kapolri pada saat raker dengan mereka. Data-data yang saya terima dari LSM itu juga sudah disampaikan pada Kapolri. Saya juga meminta Kapolri untuk turun langsung menindak lanjuti kasusnya serta menangkap Apin Lehu," terangnya.

Wakil rakyat dari Daerah Pemiihan (Dapil) Sumut III ini juga mengaku, sudah lama mengetahui nama Apin Lehu. Namun dia tidak mengetahui, sejauh apa sepak terjang dari Apin Lehu. “Memang sudah lama saya tau nama Apin Lehu itu. Tetapi saya tidak tau kalau sepak terjangnya sudah sejauh ini, bahkan melibatkan oknum polisi," jelasnya.

Junimart berharap agar Kapolres Siantar dan Simalungun segera menangkap Apin Lehu, karena menurutnya masalah narkoba tidak bisa ditolerir lagi. Menurutnya, ini masalah massa depan anak bangsa.

 “Karena narkoba bisa merusak anak bangsa, jadi saya harap Kapolres Siantar dan Simalungun jangan lama-lama lagi segera tangkap Apin Lehu. Dengan tertangkapnya Apin Lehu, masa depan anak bangsa, khususnya di Siantar dan Simalungun dapat terselamatkan. Karena masalah ini (narkoba) di Siantar dan Simalungun sudah cukup memprihatinkan," tambah Junimart.

Terkait keterlibatan oknum Badan Narkotika Nasional (BNN) Siantar yang disebutkan Atan Makmur, Junimart mengaku belum mengetahui hal tersebut. “Saya belum menerima laporan terkait itu. Karena saya kan gak bisa katanya-katanya harus ada data lengkap. Kalau ada datanya saya akan sampaikan langsung kepada Pak Budi Waseso (Kepala BNN Pusat)," sebutnya mengakhiri.

Penulis: tom. Editor: aan.