Siantar, hetanews.com - Hasin Jingga bingung, dirinya masuk asuransi tapi tidak bisa diklaim. Pria keturunan Tiong Hoa ini terdaftar menjadi anggota PT Asuransi Jiwa Generali pada bulan Mei 2015 lalu melalui agen asuransi tersebut bernama Aan.

Hal itu diketahui pria berusia 54 tahun ini, ketika hendak berobat pada bulan September 2015 silam, Aan, agen asuransi itu, menyebutkan setelah polis asuransinya terbit maka bisa langsung melakukan klaim.

"Dulu dia bilang bisa (klaim) kalo sudah menjadi anggota asuransi, tapi nyatanya tidak. Nah, ketika pada september 2015 lalu saya coba tanyakan ke Aan, dia bilang di tahun kedua (2017) baru bisa klaim, di tahun ini (2016) gak bisa. Siapa mau melanjutkan kalo kek gtu," kata Hasin kepada hetanews di kediamannya jalan Sutomo kecamatan Siantar Barat.

Hasin menambahkan, sudah membayar premi sebesar 50 juta/ tahun. Jika tidak ada klaim sama sekali maka duitnya dikembalikan, meski tidak full. "Dulu dibilang (Aan) kalau gak ada klaim, duit saya ada kembali. Tapi sekarang dia bilang gak," katanya.

Pada premi itu, Hasin berujar, Aan mengatakan jumlah pertanggungan senilai 500 juta. Namun didalam polis, jumlahnya sebesar 350 juta. Begitu pun, Aan yang menaruh curiga ini mempertemukan Aan dengan Daslan Marpaung, agen asuransi yang sama.

"Sama-sama agen asuransi Generali orang itu, cuma Daslan kantor di Siantar, Aan kantor di Medan," katanya pertemukan kedua agen itu, Sabtu (30/1)

"Pada pertemuan itu, Daslan katakan jika tidak ada klaim maka duit premi dapat kembali. Sedangkan Aan bilang tidak. Makanya saya heran, kenapa ada beda. Padahal mereka satu atap (perusahaan)," tuturnya

Begitu juga dengan benefit (manfaat) asuransi, Hasin membeberkan dari santunan kecelakaan pesawat, santunan puding, santunan kecelakaan tunggal maupun tidak, ada perbedaan. Meski Aan dan Dahlan satu perusahaan di PT Asuransi Jiwa Generali.

"Untuk budget (uang) pertanggungan, si Dahlan bilang 500 juta, tapi si Aan bilang 350 juta.  Santunan kecelakaan pesawat, kecelakaan tunggal, uang puding 1 juta perhari Dahlan bilang ada. Gara-gara itu, Dahlan sempat berdebat tadi sama si Aan," pungkasnya menaruh curiga terhadap Aan

Kendati demikian, Hasin mengatakan kepada Aan untuk mengembalikan duitnya berapa pun. Awalnya, Aan masih tetap bersikeras menolak, namun diduga karena sudah salah, Aan mengatakan akan mengajukannya.

"Setelah berdebat dengan Dahlan, Aan bilang 'kalo begitu saya ikut aturan Dahlan lah'. Jadi duit saya minta kembali, walaupun tidak semua. Dia bilang mau diajukan ke kantor dulu 10 juta, tapi itu kata dia," terang Hasin

Menjadi anggota asuransi itu, Hasin iba dengan Aan sewaktu ditawarkan. Meski sempat ditolaknya. "Memang dia kawan saya, jadi dia minta bantuan, biar tembus targetnya. Tapi hasilnya kayak gini lah. Pertama katanya begini tapi setelah jadi anggota asuransi itu, beda semua," ungkapnya

Dia menilai banyak perbedaan dan merasa dirugikan. Hasin katakan akan membawa masalah itu ke jalur hukum agar tidak ada korban lainnya. "Saya bawa ke jalur hukum aja, dia (Aan) sudah tipu saya. Maksud saya kan biar tidak ada korban lagi," tutupnya.