HETANEWS

Akibat Menodong, Warga Siantar Timur Dituntut 2 Tahun

Benny mengikuti persidangan,

Siantar, hetanews.com - Beny Hasiyolan Manurung (24) warga Jalan Mujahir, Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Siantar Timur dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Firdaus Raja dengan hukuman pidana penjara selama 2 tahun dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Rabu (20/1/2016).

Diketuai majelis hakim Arfan Yani dengan hakim anggota Fitra Dewi Nasution dan Muhammad Nuzuli, terdakwa yang merupakan pelaku penodongan hanya bisa tertunduk lemas saat mendengarkan tuntutan dari JPU tersebut dengan dikenakan pasal 365 ayat 1 dan ayat 2 KUHP.

Diketahui, terdakwa Beny bersama dua temannya Jonny Tambunan dan Perdi Manullang (keduanya belum tertangkap) melakukan penodongan (pemerasan) terhadap korbannya, Agus Leo Butar-Butar di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Nagur, Jalan Sutomo tanggal 5 Oktober 2015.

Terdakwa bersama temannya melakukan penodongan saat korban sedang menunggu angkutan kota (angkot) di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Terdakwa menuduh korban mencuri di kampungnya dan meminta korban untuk menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Surat Ijin Mengemudi (SIM) nya.

Seketika itu terdakwa merampas dompet korban dan memberikan kepada temannya Jonny. Karena tau dia sedang ditodong, korban kemudian memegang badan terdakwa. Sementara Jonny menendang punggung korban.

Jonny dan Perdi kemudian melarikan diri meninggalkan temannya, terdakwa Beny menggunakan sepeda motor. Karena ditinggal temannya, terdakwa berusaha melarikan diri dari rangkulan korban dengan cara memukul bagian atas pelipis dan menggigit telinga kiri korban.

Atas kejadian tersebut, korban Agus mengalami kerugian sebesar Rp 800 ribu yang saat kejadian uang tersebut di dalam dompetnya.

Penulis: ndo. Editor: aan.