HETANEWS

Diminta Sat Narkoba Siantar Bekerja Profesional dan Proporsional, Salah Tangkap Rugikan Korban

Sarbuddin Panjaitan.

Siantar, hetanews.com - Menanggapi kinerja Satuan Reserse Narkoba Polres Siantar, telah memberhentikan kasus narkoba (SP3), dengan terduga Suprayogi pada 25 Desember 2015 lalu. Sat Narkoba dituntut untuk bekerja secara profesional dan proporsional, agar kasus seperti ini tidak terjadi lagi, karna telah menimbulkan kerugian bagi si korban, yakni Yogi.

Sarbudin menjelaskan, profesional yang dimaksud agar kepolisian dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan dalam suatu kasus harus bekerja sesuai dengan standar operasinya. Sedangkan proporsional, kata marga Panjaitan inj, dalam menetapkan tersangka sesuai dari hasil penyelidikan dan penyidikan.

"Jangan pula yang awalnya jadi saksi kemudian jadi tersangka, yang tersangka menjadi saksi," kata Sarbudin Panjaitan SH MH kepada hetanews, Selasa (19/1) sore.

Hal itu diutarakannya, ketika ditanyai dampak yang terjadi terhadap terduga narkoba Suprayogi yang dipulangkan oleh Satuan Reserse Narkoba, setelah menjalani serangkaian pemeriksaan di Polres Siantar selama kurun waktu sebulan lebih.

Kata Sarbudin, Yogi pasti menderita ketika dilakukan penahanan. Di mata publik, seolah - olah dia (yogi) sudah menjadi anggota genk narkoba. "Nama baiknya di keluarga, nama baik di publik, pasti akan mengalami gangguan. Apakah polisi telah melakukan perbaikan nama baik?" katanya.

Baca juga " http://www.hetanews.com/article/41542/tak-cukup-bukti-buruh-dipulangkan-sat-narkoba-siantar "

Penulis: bt. Editor: ebp.