HETANEWS

Depot Pertalite Tidak Ada, Pertamina Hentikan Pasokan Minyak, Pertamini Bermunculan

Pengendara sepeda motor yang sedang mengisi bahan bakar untuk sepeda motor nya dengan membeli eceraan yang berjualan di depan SPBU yang berada di jalan Melanthon Siregar, Selasa (19/01/2016). Salah satu SPBU di jalan Melanthon Siregar kota Siantar tampak sepi karena BBM yang dijualnya telah habis sejak beberapa hari terakhir. (FOTO:LAZUARDY FAHMI).

Siantar, hetanews.com-  Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)  PT Masnida Aripersada nomor 14211201, yang berada di Jalan Melanton Siregar, sejak hari Senin lalu (18/01/2015) hingga hari Selasa (19/01/2015) tidak beroperasi, karena tidak mendapat pasokan dari pertamina.

Pengawas SPBU tersebut, Jonris Sinaga mengatakan, tidak beroperasinya SPBU dimana dia bekerja, tidak lagi dipasok oleh Pertamina. “Kami engga dipasok lagi sama pertamina sejak Sabtu kemarin," ucapnya ketika ditemui di SPBU tersebut, Selasa (19/01/2015).

Menurutnya, tidak dipasoknya Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pertamina dikarenakan Depot untuk Pertalite tidak ada di SPBU tersebut. "Anjuran dari pertamina, harus ada depot untuk pertalite," katanya, menjelaskan penyebab tidak dipasok.

Ditanya kapan akan kembali beroperasi, Jonris mengakui belum mengetahui sampai kapan SPBU tersebut akan kembali beroperasi. "Kita tidak tahu sampai kapan. Tetapi ini lagi pengurusan, tangkinya uda ada, tinggal menggali dan. Begitu dipasang nanti, mungkin uda langsung bisa beroperasi," jawabnya.

Jonri juga mengakui bahwa SPBU di Siantar yang belum memiliki Depot Pertalite hanya SPBU mereka saja. "Memang,  hanya di sini aja yang engga ada pertalitenya di Siantar. Kita hanya ada Bio Solar sama premium," lanjutnya.

Soal harga antara Premium dan Pertalite, Jonri menjelaskan bahwa harganya berbeda sekitar Rp 1.000. “Anjuran dari pertamina, mau nggak mau kita harus siapkan. Kalau dari sisi penjualan kita belum tahu nanti, ini merugikan atau menguntungkan. Karena, masih ada yg lebih murah yaitu bensin Rp 6.950, sedangkan Pertalite seharga Rp 7.900, bio solar Rp 5.650," katanya.

Jonri mengharapkan, masyarakat pelanggan bersabar menunggu SPBU tersebut kembali beroperasi. "Kita harapkan masyarakat bersabar dulu. Kami memang yang belum menjual Pertalite, pertamax. Tapi yang paling utama adalah pertalite. Kelebihanya, mengenai oktanya yang lebih tinggi. Dan, ini tergantung kepada pemakaian masyarakat," tutupnya.

SPBU yang berada di jalan Melanthon Siregar kehabisan BBM beberapa hari lalu, karna tidak mendapat pasokan dari pertamina, dikarenakan depot Pertalite tidak ada, Selasa (19/01/2016). (FOTO:LAZUARDY FAHMI).

Pertamina meminta kepada semua SPBU agar menyediakan depot untuk Pertalite. Bagi yang tidak menyediakan maka akan mendapat sanksi, tidak diberikan pasokan minyak dari perusahaan plat merah tersebut, seperti yang dialami SPBU jalan Melanton.

Akhirnya, masyarakat pun mendapat suplai minyak dari pertamini yang muncul di depan SPBU, untuk menggantikan peran perusahaan negara tersebut, untuk memenuhi kebutuhan warga.  

Terlihat dengan jelas, di depan SPBU tersebut, telah menjamur penjual bensin eceran yang menamakan diri sebagai Pertamini, seperti salah seorang wanita Boru Silitonga yang berjualan tepat di depan SPBU tersebut.  Ketika ditemui wartawan dia mengatakan, dirinya hanya memanfaatkan kondisi yang ada. "Kitakan hanya memanfaatkan peluang aja," jawabnya.

Dengan tidak beroperasinya SPBU tersebut, kata Boru Silitonga, menguntungkan bagi dirinya. "Untuk saat ini, kita bisa menjual sekitar 5 jrigen satu hari. Biasanya paling 2 sampai 3 jigren perhari. Tapi kita juga kasi harga murah, yaitu Rp 8.000 per liter dan 15 ribu per 2 liter," jelasnya.

Penulis: tom. Editor: ebp.