Siantar, hetanews.com – Pasca kemerdekaan ( tahun 1950an) hingga akhir milenium (tahun 1990an), Siantar memiliki satu identitas yang patut dibanggakan yaitu sebagai kota pelajar. Tetapi memasuki milenium, identitas itu sudah semakin redup bahkan hilang.

Salah satu tokoh pelajar di Siantar, Armaya Siregar ketika berbincang-bincang dengan hetanews.com mengatakan bahwa secara historis identitas yang disandang Siantar sebagai kota pelajar tersebut dikarenakan faktor saat itu sudah banyak berdiri sekolah-sekolah di Siantar.

“Dulu pelajar-pelajar dari Toba, Samosir, Tapanuli dan sekitarnya itu datang ke Siantar untuk menuntut ilmu karena di Siantar sudah banyak berrdiri sekolah. Apalagi di Siantar ini kan biaya hidup murah, jarak lebih dekat dibandingkan kalau mereka (pelajar) tersebut ke kota Medan dan juga Siantar pernah ada berdiri sekolah pendidikan guru, yang mana sekarang itu SMA Negeri 4,” ujarnya kepada hetanews.com, Senin (18/01/2016).

Disinggung mengapa identitas itu mulai memudar dan hilang, Armaya mengatakan hal tersebut dikarenakan pemerintah daerah belum pernah membuat peraturan daerah yang membahas mengenai regulasi pendidikan. Juga, identitas sebagai kota pelajar itu belum pernah diperdakan, jadi identitas itu menjadi hilang.

“Hilangnya identitas itu juga disebabkan, dengan otonomi sendiri, daerah-daerah membangun dan mendirikan sekolah yang lebih berkualitas. Lihatlah sekolah Matauli Sibolga, SMA Unggul Del, SMA Plus Balige. Semua sekolah itu unggulan.

Sekarang itu sudah terbalik, mereka yang dulu datang ke Siantar untuk belajar, sekarang siswa kita yang ke sana karena memang sekolah mereka lebih unggul apalagi Matauli Sibolga dan Plus Balige itu sekolah negeri,” jelasnya.

Armaya berharap, agar identitas kota pendidikan itu kembali ke Siantar, harus ada perhatian yang lebih dari pemerintah daerah. “Selain membuat perda tentang pendidikan, pemda juga harus bisa mengundang orang-orang hebat asal Siantar yang peduli terhadap pendidikan.

Nantinya orang-orang hebat itu mendirikan yayasan dan sekolah unggulan. Hal tersebut akan bisa mengembalikan identitas Siantar sebagai kota pendidikan,” harapnya.