HETANEWS.COM

Badan Pengawas PDAM Tirtauli Buat Eliakim Simanjuntak dan Kennedy Parapat Berdebat

Siantar, hetanews.com- Wacana pergantian Badan Pengawas melalui Seleksi membuat perdebatan antara Eliakim Simanjuntak dan Kennedy Parapat, kedua orang anggota DPRD tersebut mempermasalahkan, apakah boleh Badan Pengawas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Siantar dilakukan seleksi atau tidak.

Awal peredebatan tersebut ketika wartawan menanyakan kepada Eliakim soal dibukanya seleksi untuk Badan Pengawas, dia mengatakan bahwa badan pengawas merupakan perpanjangan tangan dari Walikota, sehingga yang memilih adalah Walikota.

"Badan Pengawas itukan perpanjang tangan dari Kepala Daerah, yang ditugaskan untuk mengawasi PDAM, dan yang memilih mereka itu adalah Kepala Daerah," sebutnya ketika berada di ruang komisi II DPRD Siantar, Rabu (13/01/2015).

Jika ada perekrutan Badan Pengawas, Eliakim menanyakan soal peraturan yang menyebutkan boleh dilakukannya perekrutan Badan Pengawas tersebut. "Kalau memang adanya disebut ditatib mereka itu boleh-boleh saja, dan ada perekrutan Dewan pengawas itu ada di Permendagri berapa? Kalau adanya silahkan saja," katanya.

Kemudian, Kennedy mengatakan bahwa hal tersebut boleh saja dilakukan untuk mendapatkan Badan Pengawas yang mengerti tentang PDAM dan memiliki kualitas yang baik. "Kan dalam peraturannya, jika pelanggannya berkisar 20 ribu orang, maka Badan Pengawas hanya tiga orang, kalau diatas 20 ribu orang maka badan pengawasnya 3 atau lebih, nah terkait perekturan itu sah-sah saja, karena itu untuk mencari Badan Pengawas yang memiliki kemampuan untuk mengawasi kinerja dari Direksi," ucapnya.

Hal tersebut dikatakan Kennedy karena melihat kinerja Badan Pengawas PDAM yang saat ini tidak cukup baik. "Itu mungkin dilakukan karena selama ini Badan Pengawas kurang memiliki kualitas, jadi sah-sah saja itu untuk mencari Badan Pengawas yang memang benar-benar mengetahui tentang perusahaan itu," katanya.

Namun hal tersebut dibantah oleh Eliakim, dia mengatakan bahwa tidak ada peraturan yang menyebutkan hal tersebut, karena berdasarkan peraturannya, Perusahaan Daerah (PD) Kepala Daerahlah sebagai pemilik dari PD.

"Kalau berdasarkan peraturannya, PD itu merupakan milik dari Kepala Daerah, dan Badan Pengawas itu perpanjang tangan dari Kepala Daerah, jadi yang memilih itu kepala daerah, dia memilih berdasarkan siapa orang yang dipercayanya, kan tidak mungkin orang yang tidak dipercaya oleh Kepala Daerah di buat jadi Badan Pengawas," bantahnya.

Kennedy tidak mau kalah, dia menyebutkan seleksi tersebut memiliki tujuan yang baik guna mencari Badan Pengawas yang memiliki kompetensi, "Saya rasa itu hal yang baik, karena menurut saya selama ini kinerja dari Badan Pengawas itu tidak ada, jadi hal itu wajar dilakukan melihat kinerja selama ini," jawab Kennedy.

Lagi-lagi Eliakim menyebutkan bahwa tidak ada peraturan yang menyebutkan hal tersebut. "Coba dulu dimana peraturan yang menyebutkan itu, permendagri nomor berapa, karena kita berbicara soal peraturan, kecuali ada keluar Perwa yang menyebutkan bahwa demi kemajuan PDAM, maka pemilihan Badan Pengawas harus dilakukan seleksi, itu boleh saja, tetapikan tidak ada seperti itu," ucapnya.

Kennedy juga tetap mengatakan bahwa seleksi sebaiknya dilakukan demi memilih Badan Pengawas yang memiliki kompetensi. "Selama ini badan pengawas yang saya lihat tidak ada kompetensinya, jadi bagus itu dilakukan," kata Kennedy bersikeras.

Eliakim kemudian menjawab bahwa sebaiknya Walikota memilih Badan Pengawas. “Makanya kepala daerah juga memilih Badan Pengawas harus seperti itu, tetapi itukan wewenangnya dari Kepala Daerah, dan kalaupun dilakukan seleksi, DPRD harus diikutkan sebagai pengawas kinerja dari pada Pemerintah Kota (Pemko)," ujarnya.

Eliakim juga mengatakan bahwa Badan Pengawas dan Jajaran direksi berbeda dalam hal pemilihannya. “Kalau direksi itu betul dilakukan seleksi, sehingga jajaran direksi tidak bisa diganti karena berdasarkan periodenya, nah kalau Badan Pengawaskan, Kepala Daerah yang mengunjuk jadi bisa saja suatu saat diganti oleh kepala daerah," sebutnya.

Penulis: tom. Editor: ebp.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!