Siantar, hetanews.com- Pemerintah pusat mengambil kebijakan untuk menurunkan harga Bahan Bakar Minya (BBM) sejak tanggal 5 Januari kemarin. Menanggapi turunya harga BBM jenis premium dan solar sejak tanggal 5 Januari, maka Pemerintah Kota (Pemko) Siantar melalui Dinas Perhubungan (Dishub) akan mengambil kebijakan baru, yaitu dengan menurunkan tarif angkutan umum.

Kadishub Kota Siantar Posman Sitorus ketika dihubungi, Sabtu (09/01/2015) menjelaskan penetapan harga ongkos sudah dibicarakan melalui rapat ditingkat Provinsi Sumatera Utara (Provsumut). Namun untuk melanjutkan hasil dari rapat tersebut, Pemko Siantar masih menunggu kebijakan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Provsu.

“Semalan baru ada rapat denga Provinsi, ya kita nunggu surat keputusan dari Gubernur, baru nanti daerah akan membuat keputusan penetapan harga ongkos,” terangnya.

Mengenai besaran harga ongkos yang akan diturunkan dari harga saat ini belum juga diketahui namun diperhitungkan angkatnya tidak terlalu sitnifikan dan mekanismenya berada ditangan Gubernur. Hasilnya nanti akan terlebih dahulu dikordinasikan kepada pengemudi dan juga pengusaha angkutan.

”Kalau posisi sih dibilang 5 persen untuk AKP (angkutan Kota antar Provinsi). Nanti angkot menyesuaikan. Pemko Siantar pasti melakukan kordinasi dengan pihak Organda. Kita akan undang Organda, biasanya begitu,” jelasnya.

Posma juga menyebutkan akan menurunkan tarif di bulan Februari,“Intinya, sebelum bulan Februari provinsi meminta sudah turun harga ongkos. Sifatnya kita hanya menunggu. Kalau surat Gubernur langsung datang, kita akan langsung lakukan kebijakan. Tapi tidak mungkin sampai lewat di bulan Januari ini. Itulah hasil rapat di Provinsi,” terangnya.

Terpisah menanggapi rencana penurunan ongkos, Ketua Orgadan Siantar Maikjon Damanik mengaku belum bisa mengambil kesimpulan karena terlebih dahulu akan mempelajari hasil dari kebijakan pemerintah. “Kita lihat nanti keputusan apa keputusan dari pusat, Berapa nanti turunya kita tunggulah,” jawabnya singkat.

Sedangkan dari kalangan pengemudi dan pengusaha angkutan umum memberikan komentar bahwa penurunan ongkos bukanlah kebijakan yang pantas untuk dilakukan mengingat harga orderdil mobil mahal.

“Kalau dibilang turun sih, kita juga mau asal ada penyesuai dari ongkos perawatan mobil. Jangan karena bensin atau solar aja yang turun kemudian ongkos harus turun. Mestinya, pemerintah juga memikirkan soal perawatan mobil yang ongkosnya bukan murah,” terang B Manurung, salah satu pengemudi Sinar Siantar.