Siantar, hetanews.com - Menindak lanjuti masalah tuntutan dari DPC SBSI Siantar dan pekerja di Mie Pansit YY, Jalan Gereja No 38 maka dilakukan media antara pihak SBSI, pekerja dan pemilik usaha mie pansit YY.

Mediasi pertama dilakukan di Mie Pansit YY, yang mana mediasi memakan waktu sekitar 1 jam tersebut sempat tegang. Dalam mediasi pertama, pihak pemilik mengatakan akan memikir ulang tuntutan para pekerja.

"Biar saya pikir dan pelajari terlebih dahulu ya tuntutan tersebut. Kasih waktu saya," ujar Yonglani Damanik alias Ayong, pemilik Mie Pansit YY.

Setelah sempat berpikir beberapa saat, Ayong kemudian mengajak pihak dari DPC SBSI Siantar untuk mediasi kedua kalinya. Mediasi kali ini bertempat di ruang VIP, International Hotel, tidak jauh dari lokasi aksi.

Tetapi, mediasi ini tanpa dihadiri dari pihak pekerja, yakni sebanyak 13 orang pekerja yang menuntut hak-haknya. Mediasi pengurus SBSI dan Ayong tersebut dijaga beberapa personil kepolisian dari BhabinKamtibmas Polres Siantar.

Mediasi yang sempat tegang tersebut memakan waktu hampir dua jam. Dari hasil mediasinya didapat hasil bahwa Ayong, pemilik rumah makan Mie Pansit tersebut diberikan waktu dua hari.

"Dia (Ayong) diberikan waktu mempelajari tuntutan tersebut selama 2 (dua) hari. Jadi, Senin (11/1) akan kita ketahui hasil jawaban dari tuntutan ini semua," ujar Ketua DPC SBSI Siantar, Fernando Maurit Siahaan didampingi Sekretaris, Fransiskus Silalahi.

Sementara itu, Smith (22) salah seorang pekerja yang menuntut haknya tersebut mengatakan bahwa segala urusan mereka telah dipercaya kepada DPC SBSI Siantar. "Kami (pekerja) akan menunggu sampai hari Senin ini, bagaimana respon dari pihak pemilik Mie Pansit YY. Urusan-urusan lainnya kami serahkan kepada SBSI," tuturnya.