Tebingtinggi, hetanews.com- Turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berlaku efektif mulai 5 Januari 2016 berdampak pada terjadinya kekosongan stok BBM terutama untuk jenis Premium, Pertamax dan Solar di sejumlah SPBU di Kota Tebingtinggi.

Pantauaan wartawan, Rabu (6/1), kekosongan pasokan BBM umumnya terjadi di sejumlah SPBU di Kota Tebingtinggi seperti yang ada di SPBU Jalan SM Raja Simpang Rambung, Yos Sudarso Simpang Beo, Soekarno Hatta, Pabatu dan SPBU Kampung Lalang. Dari pantauan tersebut, hanya satu SPBU yang masih tersedia BBM nya yakni di Jalan HM Yamin yang menurut informasi, bahan bakar tersebut sisa dari stok yang lalu.

Menurut Manager SPBU 14.206.162 Kampung Lalang, Amir, kekosongan BBM terutama untuk jenis premium, pertamax dan solar terjadi sejak, Senin (4/1) kemarin karena meningkatnya pembeliaan dari para konsumen.

“Setelah pengumuman resmi semalam, mungkin berdampak pada meningkatnya pembeliaan konsumen sehingga stok di SPBU mengalami over load dan keburu habis kurang dari 24 jam”, ujarnya.

Menurut nya lagi, pasokan BBM di SPBU tersebut biasanya sebanyak 16 ton sampai 24 ton untuk BBM jenis Premium dan Pertamax, jumlah tersebut cukup untuk melayani kebutuhan masyarakat setiap harinya. Sedangkan pasokan yang juga tidak tersedia hanya untuk BBM jenis pertalite dan solar.

“Kekosongan di SPBU ini bukan karena adanya batasan dari pemerintah ataupun Pertamina, tapi memang agak terlambat. Sedangkan untuk permintaan kita tetap standart. Biasanya kalau diorder  pagi ini, malamnya sudah masuk”, jelasnya.

Paimun (30) warga jalan Yos Sudarsao Kelurahan Lalang mengaku kondisi seperti ini sangat mengecewakan masyarakat, sebab BBM ini sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. “Bagaimana kalau SPBU-nya kehabisan BBM terlalu lama, bagaimana kita bisa terima kalau kekosongan terjadi hampir di setiap SPBU, beli eceran pun mahal, sudah itu sulit juga, ya kita sebagai masyarakat maunya pemerintah ikut turun tangan lah menangani permasalah ini”, pinta Paimun.