Siantar, hetanews.com- Pada saat mengeluhkan soal hubungan antar Direksi dari PD PAUS  dan Badan Pengawas, Herowin mengatakan bahwa tanah untuk membeli RPH dan Polsek Siantar Selatan dari uang booking fee yang diberikan masyarakat untuk membeli kios Pasar Melanton.

Hal ini ditangkap oleh Komisi II dan mempertanyakan atas nama siapakah tanah dari Polsek Siantar Selatan pada saat pembelian, namun untuk menjawab itu Herowin tampak kebingungan, bahkan sampai tiga orang anggota Komisi II memperjelas pertanyaan tersebut.

Awal yang menanyakan hal tersebut adalah Ketua Komisi II Togar Sitorus, dia mempertanyakan soal pembelian dari tanah Polsek Siantar Selatan. "Tadi bapak katakan kalau itu dibeli atas booking fee dan nantinya setelah proyek itu selesai jadi milik PD PAUS. Jadi pada saat pembelian itu atas nama siapa?" tanya Togar.

Kemudian Herowin mengatakan setelah proses pembangunan dari Siantar City Mall, tanah dari Polsek Siantar Selatan akan menjadi milik PD PAUS. "Yang beli itu dari Booking Fee masyarakat yang sebesar Rp 4,6 Miliar dan pembelian tanah untuk Polsek itu sebesar Rp 1 Miliar lebih, nah itu dimasukan dalam KSO hingga nanti proyek Siantar City Mall selesai, tanah itu menjadi aset dari PD PAUS yang dipinjam pakai kepada Kepolisian," jawab Herowin.

Kemudian salah satu anggota Komisi II Asrida Sitohang memperjelas pertanyaan dari Togar, dia menanyakan pembelian tanah itu diawal menggunakan nama siapa? "Maksud ketua tadi begini, Bapak beli tanah kemudian tanah itu atas nama siapa," tanya Asrida.

Namun Herowin kembali mengatakan hal yang sama. Dia menyatakan bahwa itu dimasukkan kedalam Neraca KSO atau neraca kerja sama, namun dia tidak mengatakan pembelian tanah tersebut atas nama siapa.

Akhrinya dengan tegas Kennedy Parapat menanyakan kepada Herowin pertanyaan yang sama. "Begini saja pak, pada saat pembelian itu tanah dibuat atas nama siapa, PD PAUS, pribadi atau siapa? Kalau soal nanti dibuat sebagai kerja sama dengan investor, itu tidak urusan kami, kami hanya menanyakan,  tanah itu atas nama siapa? Karena bapak tadi bilang pembeliannya dari uang hasil booking fee, kita takutnya nanti bisa jadi masalah," tegas Kennedy.

Tampak Herowin seperti kebingungan, melihat itu Kennedy langsung mengatakan kepada Herowin apakah tanah tersebut atas nama PD PAUS, kemudian dengan suara lembut Herowin mengatakan bahwa tanah tersebut atas nama PD PAUS. "Iya tanah itu atas nama PD PAUS," kata Herowin dengan lembut.

Tak puas dengan jawaban Herowin,  Kennedy kembali menegaskan bahwa tanah tersebut atas nama PD PAUS. "Tanah itu benarkan atas nama PD PAUS! Itu maksud kami biar tidak bersalahan kita," kata Kennedy yang diikuti anggukan dari Herowin.

Kemudian Asrida menanyakan kepada Herowin soal Pegawai, awalnya dia menanyakan berapa jumlah pegawai dari PD PAUS. "Tadi bapak katakann bahwa pengeluaran untuk pegawai sebesar  Rp 4 miliar,Kira-kira sudah berapa banyak pegawai? Kenapa harus terburu merekrut pegawai karena melihat penghasilan dari PD PAUS belum ada?" tanya Asrida.

Herowin mengatakan, awalnya PD PAUS berprinsip bahwa perekrutan pegawai PD PAUS dan pengerajaan dari Unit Usaha PD PAUS dikerjakan bersama-sama, namun Herowin mengakui bahwa Unit Usaha yang mereka bentuk belum membuahkan hasil.

"Kami punya prinsip semuanya dilaksanakan secara bersamaan, Namun kenyataannya bahwa unit-unit usaha belum membuahkan hasil, adapun kegiatan kami itu Persiapan BPR, unit usaha Pasar Hongkong, dan unit usaha eks terminal suka dame," jawab Herowin.