HETANEWS

Pemko Siantar Siapkan Anggaran untuk KPU tapi 21 Desember Hari Terakhir Anggaran Keluar

Pj Walikota Siantar kedatangannya disambut oleh Ketua DPRD Eliakim Simanjuntak.

Siantar, hetanews.com- Terkiat penundaan pemungutan suara yang terjadi di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Siantar, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPU) Kota Siantar mengajukan kepada Pemerintah Kota (Pemko) Siantar penambahan anggaran sebesar Rp 2,3 Miliar, namun Pemko Siantar hanya memiliki Dana Tak Terduga (DTT) Sebesar Rp 1,7 Miliar, dan itupun dapat dicairkan sebelum tutup buku yakni tertanggal 21 Desember.

Hal tersebut diutarakan oleh Penjabat (Pj) Walikota Siantar Jumsadi Damanik, dan mengatakan saat ini Pemko Siantar hanya memiliki DTT sebesar Rp 1,7 Miliar. "DTT kita ada Rp 1,7 Miliar tetapi nanti itu akan kita formulasikan sehingga kita hanya bisa memberikan Rp 2,1 Miliar," kata Jumsadi.

Namun kata, Jumsadi Pemko Siantar akan mencoba untuk membicarakannya kepada KPU Siantar sehingga Pilkada dapat berjalan dengan baik. "Itukan usulan Rp 2,3 Miliar tapi nantikan ada rasionalisasi, yang penting Pilkada terselenggara, kalau kurang-kurang sedikitkan sebenarnya tidak apa-apa, yang penting tujuannya mensukseskan penyelenggaraan Pilkada," sebutnya.

Mengenai penambahan dana DTT yang dimiliki hanya sekitar Rp 1,7 Miliar, Jumsadi akan mengambil dana lain namun tetap sesuai dengan peraturan yang ada. "DTT kita memang tidak mencukupi tetapi kita bisa melakukan pergesaran dana lain, sesuai dengan peraturan, dan yang jelasnya nanti Pak Adiyaksa (Kepala DPKKAD) yang tahu soal itu, yang penting kita siap," ucapnya.

Ketika ditanya jika Pilkada tidak dilangsungkan di Tahun 2015, Jumsadi mengatakan Pemko Siantar akan mengganggarkannya di APBD Tahun 2016. "Jika ternyata Pilkada tidak dilangsungkan di Tahun 2015, ya akan kita anggarkan di tahun 2016," jawabnya.

Jumsadi juga mengatakan jika hal tersebut terjadi maka Pemko Siantar akan terlebih dahulu mengaudit anggaran yang telah dipakai oleh KPU Siantar. "Itukan anggaran tahun 2015, nah kita akan audit dulu mana yang tidak dipakai, dan itu nanti akan kita kembalikan," katanya.

Jumsadi juga mengatakan bahwa anggaran dapat keluar hingga tanggal 21 Desember sehingga dia mengharapkan KPU Siantar harus mengerti keadaan dari Pemko Siantar. "Yang pentingkan, pemko siap untuk menyelenggarakan pilkada, sehingga Kota Siantar dapat memilih pemimpinnya yang baru.

Tetapi kita juga harus paham, anggaran tidak bisa keluar lagi setelah tanggal 21 Desember, jadi saya harap KPU juga harus paham akan hal itu, kita tidak perlu berandai-andai karena saya kira KPU juga paham akan kondisi itu, namun jika ada peraturan yang menyatakan itu boleh dikeluarkan maka kita juga akan mengeluarkan, kita tinggal nunggu peraturannya saja, karena kita mengikuti aturan," tutupnya. 

Penulis: tom. Editor: ebp.