HETANEWS.COM

Kata Eliakim, Akhirnya Banmus Sadar akan Kepentingan Rakyat, APBD 2016 Dibahas

Ketua DPRD Siantar, Eliakim Simanjuntak.

Siantar, hetanews.com- Rapat Paripurna untuk membahas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Siantar Tahun Anggaran (TA) 2016, akhirnya dimulai hari ini, Kamis (17/12) dengan agenda pembacaan nota pengantar dan nota keuangan dari Walikota Siantar, yang disampaikan langsung oleh Penjabat (Pj) Walikota Siantar Jumsadi Damanik, padahal sebelumnya  terjadi konflik di DPRD Siantar soal jadwal pembahasan APBD yang terlalu sempit.

Usai rapat Paripurna kemudian wartawan menanyakan kepada Ketua DPRD Siantar Eliakim Simanjuntak soal sempatnya tertunda pembahasan jadwal di rapat Bandan Musyawarah (Banmus) DPRD Siantar, dia mengatakan bahwa hal tersebut adalah hal yang wajar.

"Kita inikan duduk di DPRD ini adalah kepentingan politik, jadi wajar itu ada sedikit perbedaan pendapat," kata Eliakim.

Ditanya penyebab akhirnya Banmus DPRD Siantar menjadwalkan pembahasan APBD Kota Siantar, Eliakim mengatakan bahwa DPRD Siantar akhirnya menyadari bahwa pembahasan APBD adalah untuk kepentingan rakyat Siantar. "Akhirnya mereka (Anggota Banmus) sadar akan kepentingan rakyat," ucap Eliakim.

Eliakim juga membantah adanya isu-isu miring yang beredar di masyarakat mengenai akhrinya Banmus mau membahas penjadwalan pembahasan APBD Kota Siantar.

"Tidak ada yang lain-lain kenapa akhirnya kita bahas, yang pastikan APBD ini adalah untuk kepentingan rakyat Siantar juga, dan kita sebagai wakil dari masyarakat juga harus mengutamakan kepentingan masyarakat," sebutnya.

Dalam rapat Paripurna tersebut terlihat lagi salah satu Fraksi tidak hadir yakni Fraksi Golkar, ketika ditanya akan hal tersebut Kata Eliakim Fraksi Golkar melalui Wakil Ketua DPRD Siantar yang juga sebagai anggota Fraksi Golkar Kota Siantar Mangatas Silalahi, Fraksi Golkar sedang melakukan adeksi ke luar Kota.

"Informasi dari pak Mangatas, mereka katanya sedang melakukan adeksi ke Jakarta," katanya singkat.

Penulis: tom. Editor: ebp.