HETANEWS.COM

Dipicu Tatapan, Siswa SMK Persiapan dan SMAN3 Siantar ‘Berduel’

Warga melerai perkelahian antara siswa SMK Swasta Persiapan dengan SMAN 3 Siantar

Siantar, hetanews.com - Hanya karena gara - gara tatapan wajah dan omongan dua siswa di Kota Siantar terlibat perkelahian (berduel). Insiden itu terjadi di Jalan Pane, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Kamis (17/12/2015) sekira pukul 10. 40 WIB, persis di didepan SMK Swasta Persiapan. Beruntung, warga beserta guru merespon peristiwa itu.

Akibatnya, keduanya mengalami luka lebam di bagian wajah, yakni berinsial J, siswa kelas 3 SMK Persiapan dan RS siswa kelas 3 SMA Negeri 3 Kota Siantar. Diketahui lokasi kedua sekolah saling berdekatan.

Menurut salah seorang seorang saksi mata, A Simangunsong di lokasi kejadian menuturkan, pemicu perkelahian hanya karena omongan. Awalnya, J saat duduk di warung depan sekolahnya mengeluarkan kata – kata yang membuat RS tersinggung ketika hendak memasuki gang menuju sekolahnya.

Mendengar itu, RS seketika menyambangi J bermaksud menanyakan tujuan kalimat ejekan yang didengarnya. Hanya saja, lanjut saksi, J ketika didatangi terlihat menyolot (melawan). Singkat cerita, mereka pun langsung berduel.

"Kan si RS mau masuk (gang) menuju sekolah dan ada didengarnya kalimat ejekan dari warung itu. Di warung itu ada si J dan saat ditanyai RS, dia (J) tak mengaku, sehingga keduanya terlibat perkelahian,” sebut Simangunsong.

Aksi keduanya langsung dilerai oleh warga dan guru yang melihat kejadian. Kedua siswa pun digiring ke lokasi SMAN 3 guna dimediasi.

H Situmorang, selaku guru kesiswaan SMAN 3 mengungkapkan, pihaknya telah memberikan teguran secara lisan terhadap kedua siswa, serta didamaikan disaksikan para tenaga pendidik dari kedua sekolah.

“Karena tatapan dan omongannya, kalau anak muda ini kan gampangnya tersinggung (cepat naik darah). Sudah kita berikan teguran untuk tidak berlanjut lagi dan mereka pun sudah berdamai, serta berjanji tidak berantam lagi,” paparnya.

Namun dijelaskan Situmorang, apabila insiden itu terulang kembali baik di lingkungan sekolah maupun di luar, pihaknya akan memberikan sanksi tegas berupa pemecatan. “Kalau berlanjut (perselisihan) itu, akan kita pecat. Apalagi sampai luka parah,” tegasnya memperingati para pelajar.

Sementara, J Sihaloho, selaku guru kesiswaan SMK Swasta Persiapan ketika dikonfirmasi terkesan menghindar dan tertutup. Menurutnya, kedua siswa telah berdamai dan tidak perlu di publikasikan oleh media massa."Ah sudahlah, kan berdamainya tadi. Jadi gak perlu lagi (diberitakan),” sebut Sihaloho.

Penulis: bt. Editor: aan.