HETANEWS

Kok Salah Alamat, Mengapa PTUN Keluarkan Putusan Sela!

Siantar, hetanews.com- Pasca penundaan pemungutan suara di Siantar kemarin, disebabkan dengan putusan sela Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), banyak kabar yang beredar bahwa pengaduan dari Surfenov Sirait dan Parlindungan Sinaga tidak tepat atau disebutkan salah alamat.

Hal ini dibantah oleh kuasa hukum Surfenov Sirait dan Parlindungan Sinaga, mereka mengatakan bahwa jika salah alamat tidak mungkin hakim PTUN mengeluarkan putusan sela kemarin.

Hal tersebut diutarakan oleh pengacara pribadi dari Parlindungan Sinaga, Boyke Pane. Dia mengatakan bahwa bahwa hal tersebut tidak benar, sebab mereka telah melakukan koordinasi dengan Pengadilan Tinggi Tata Usaha (PTTUN). "Tidak mungkin salah alamat seperti yang diisukan itu, karena kita juga telah melakukan koordinasi dengan PTTUN," kata Boyke.

Kuasa hukum Surfenov - Parlin Mulyadi menjelaskan bahwa Ketua PTUN menyatakan bahwa hal yang mereka adukan tersebut adalah wewenangnya. "Proses pertama sekali dalam sebuah gugatan di PTUN ini, yang pertama kali diperiksa adalah kompetensinya, apakah gugatan itu masuk kedalam wilayah mereka atau tidak. Kenyataannya, ketua PTUN mengatakan itu wewenang mereka," jelasnya.

Masih kata Mulyadi, berdasarkan hal tersebutlah keluar hasil putusan sela kemarin. "Oleh karena itu ketua PTUN membentuk majelis hakim dan majelis hakim kemudian bermusyawarah kemudian memutuskan putusan sela kemarin itu. Jadi kalau tidak ada wewenangnya, napa putusan sela bisa keluar yah," tambahnya.

Lanjutnya, keputusan KPU Siantar adalah keputusan yang dekleratif. "Secara hukum mengapa ketua PTUN menganggap itu wewenangnya, banyak orang yang tidak memahami bahwa putusan administrasi negara, termasuk putusan Ketua KPU itu, dibedakan atas sifatnya.

Ada dua sifatnya putusan, bersifat deklaratif dan konstitutif. Keputusan KPU itu adalah keputusan deklaratif karena itu bukan keputusan mereka sesungguhnya, itu keputusan tindak lanjut berbeda dengan JR Saragih, keputusan KPUnya keputusan konstitutif," lanjutnya.

Penulis: tom. Editor: ebp.