HETANEWS

Di Kelurahan Banjar 11 Rumah Rusak Parah, 1 Meninggal Dunia, 5 Dirawat dan 9 Luka Ringan

Nenek Marsiem yang jenazahnya disemayamkan di rumah sanak familynya, karna rumahnya hancur dihantam tembok kuburan Cina, yang jebol akibat terjangan banjir. (foto Lazuardy Fahmi).

Siantar, hetanews.com- Tak hanya di Jalan Silimakuta yang tertimpa longsor, longsor juga terjadi di Gang Langgar, Jalan Serdang Kelurahan Banjar Kecamatan Siantar Barat, Selasa (1/12). Di daerah ini 11 rumah mengalami rusak parah, dan satu orang meninggal dunia bernama Marsiem (90), serta 5 orang di rawat di rumah sakit, dan 9 orang mengalami luka ringan.

Berdasarkan informasi yang didapat hetanews di lokasi kejadian, awalnya hujan deras menyebabkan sungai yang berada di daerah tersebut meluap dan menerjang tembok pembatas dari kuburan Cina, sehingga tembok tersebut jatuh menimpa rumah warga, bahkan tembok tersebut menerjang rumah yang berada di belakang rumah yang terkena timpaan dari tembok tersebut.

Dua orang warga yang sedang melintas diantara reruntuhan sebuah rumah yang hancur di jalan Sanggar gang langgar kelurahan Banjar, akibat hujan deras yang melanda kota Siantar, Selasa (1/12). (FOTO: LAZUARDY FAHMI).

Menurut warga yang bernama Saraingot, air yang berada di atas pemukiman warga menerjang tembok pembatas antara kuburan Cina dengan pemukiman warga. "Awalnya kan hujan deras, terus tiba-tiba tembok itu tumbang, karena airnya deras, tembok terbawa terus sampe ke belakang rumah kami, sampe kena belakang rumah kami," ceritanya, kepada hetanews.

Masih kata Saraingot, salah seorang warga yang bernama Marsiem meninggal dunia terkena tembok dan terseret hingga 20 Meter. "Temboknya langsung tembus ke belakang rumah, nah nenek itu pas lagi tidur, kena tembok kurasa, diseret dia jauh kali sampe kebawa sama air itu, dan ditemukan didekat mesjid," ucapnya.

Seorang warga yang sedang melihat sebuah rumah yang hancur dijalan Sanggar gang langgar kelurahan banjar akibat hujan deras yang melanda kota Siantar, Selasa (1/12). ( FOTO: LAZUARDY FAHMI )

Berdasarkan keterangan dari cucu dari Marsiem, saat itu dirinya sedang berada di rumah dan Marsiem sedang tidur di kamarnya, tanpa disangka tembok menerjang rumah mereka dan mambawa Marsiem hingga sejauh 20 meter.

Beruntung anaknya dapat segera ditolong oleh warga. "Tadikan tiba-tiba diterjang tembok rumah kami, aku panik beruntung tadi ada warga yang masih ada di luar nolong anakku," ucapnya.

Penulis: tom. Editor: ebp.