HETANEWS

PP Siantar Datangi Pelantikan PP 59 untuk Minta Kantor yang di Jalan WR Supratman Dikosongkan

Minten Saragih Ketua PP 59 saat memberikan penjelasan dihadapan ketua PP Siantar Ronald Tampubolon dan Kapolres serta Wakapolres.

Siantar hetanews.com- Perseteruan antara Ronal Tampubolon yang merupakan Ketua dari Pemuda Pancasila (PP) Siantar dengan Minten Saragih, ketua PP 1959 masih terus berlanjut, sebelumnya Ronal dan Minten berseteru karena ingin merebutkan tampuk pimpinan PP di Kota Siantar, setelah itu, kini Ronal dan Minten merebutkan sebuah gedung yang sejak dahulu dipakai sebagai kantor Sekertariat PP, yang kini menjadi kantor sekertariat PP 1959.

Pada saat PP 59 akan melakukan pelantikan, Sabtu (28/11), tiba-tiba massa dari Ronal Tampubolon mendatangi tempat pelantikan di W R Supratman Kantor Sekertariatan. Kedatangan PP tersebut dikawal langsung oleh Kapolres Siantar AKBP Dody Darjanto dan Wakapolres Siantar Kompol Raisha, dalam mediasi yang tersebut Ronal Tampubolon meminta agar kantor tersebut dikosongkan.

"Kami minta kantor ini dikosongkan, karena ini dalam tahap sengketa, dan kalau pak Kapolres berikan police line di kantor ini biar tidak dimasukin oleh mereka," kata Ronal.

Namun, Minten dengan tegas mengatakan, berdasarkan legal standingnya, sebab tanah atas gedung tersebut disewakan atas nama dirinya. "Tanah ini disewakan atas nama saya bukan atas nama PP, dan dulu kantor PP itu bukan disini, didekat kedai tuak itunya, ambil aja itu, ini aku bangun sendiri pakai keringatkan, kalau ada yang bantu satu pakupun untuk bangun ini, coba tunjukkan orangnya sama ku," kata Minten.

Akhirnya, Kapolres Siantar mencari jalan tengah atas persoalan tersebut, dia mengatakan akan melakukan mediasi dengan PP dan PP 59 bersama PT KAI di kantor Kesbang Linmas. "Aduh, sebenarnya kami sedang fokus dengan Pilkada, jadi saya harap jangan kita melakukan tindakan yang tidak kita inginkan, sebaiknya kita bertemu dulu untuk membicarakan ini," kata Dody.

Awalnya, pertemuan akan dilakukan usai Pilkada yakni di tanggal 10 Desember namun PP Ronal menginginkan agar hal tersebut harus segera diselesaikan dan akhirnya berdasarkan kesepakatan pertemuan akan di lakukan, Senin (30/11) di Kantor Kesbang Linmas, untuk masalah Kantor Dody mengatakan agar dipakai dahulu oleh PP 59.

"Biarlah dipakai dulu, satu hari aja dulu, kan engga apa-apa sampai kita bertemu di hari senin untuk membicarakan ini, kalau tidak ketemu juga penyelesaian silahkan ke jalur hukum," sebut Dody.

Akhirnya pelantikanpun dilanjutkan dan massa dari PP membubarkan diri hingga nanti pertemuan di hari Senin (30/11) di kantor Kesbang Linmas.

Penulis: tom. Editor: ebp.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.