Tebingtinggi, hetanews.com - Sudah bertahun-tahun kondisi jalan, persisnya di Gang Bersama Kelurahan Mekar Sentosa Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi seperti kubangan kerbau,  Warga yang bermukim disana  merasa “dianak-tirikan“  oleh pemerintah kota setempat,

Kekesalan warga bukannya tidak beralasan, karena usulan perbaikan jalan yang kondisinya sangat memperihatinkan tersebut sudah berulangkali dibahas melalui musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) mulai dari tingkat kelurahan hingga ke tingkat kota, namun hingga kini tidak ada perhatian sedikitpun dari pemerintah setempat.

“Yang sedihnya, meski selalu dibahas di Musrenbang agar cepat diperbaiki dan masuk dalam program PNPM, tapi jalan itu tetap saja seperti kubangan kerbau, kami heran jalan yang masih bagus sudah diaspal sementara jalan kami yang sudah hancur lebur seperti ini tidak diperbaiki”, kesal Pak Maria, salah seorang warga disana, Selasa (17/11).

Warga juga mengaku kesal sebab gang bersama tidak mampu diperbaiki oleh pemerintah, Padahal di lingkungan lainnya pembangunan terus berjalan. Bahkan ada proyek yang berlapis. “Kondisi jalanan seperti ini sudah berlangsung selama enam tahun terakhir, warga gang bersama merasa dianak-tirikan dalam hal pembangunan, padahal warga disini selalu taat dalam hal membayar pajak setiap tahun”, kesalnya.

Warga berharap Pemko Tebingtinggi melalui Dinas Pekerjaan Umum maupun Dinas Pertanian mau memberikan perhatian atas kondisi Gang Bersama yang juga berfungsi sebagai jalan untuk mengangkut hasil-hasil pertanian di kawasan tersebut.

“Hingga saat ini sepertinya tidak ada kepedulian pada kami. Hal itu terlihat dengan  kondisi badan jalan semakin rusak. Bila hujan turun badan jalan sulit dilalui akibat becek, sedangkan bila musim kemarau tiba maka badan jalan akan kering sehingga debu beterbangan kerumah warga”, cetusnya.

Kondisi tersebut diakui oleh warga lainnya, M Hasbie, menurut dia usulan warga setiap ada Musrenbang agar Gang Bersama di Lingkungan II Kelurahan Mekar Sentosa segera diaspal hingga kini belum dapat disahuti dengan baik. “Sudah berulang kali persoalan ini diusulkan secara resmi ke Dinas Pekerjaan Umum juga melalui forum Musrembang namun belum juga terpenuhi, kita tetap berharap tahun ini bisa direalisasikan”, harap Hasbie.