HETANEWS

Anthon Sihombing: "Pemekaran Simalungun Tidak Dibahas di Sidang DPR RI"

Bupati Simalungun JR Saragih

Simalungun, hetanews.com-

Keinginan masyarakat Simalungun untuk memperoleh pemekaran tidak akan terwujud pada di masa bakti anggota DPR RI periode 2009-2014, karena masa persidangan DPR-RI sekarang ini dan hingga Agustus 2014, proses lanjutan pemekaran Kabupaten Simalungun, dengan terbentuknya Kabupaten Simalungun Hataran, tidak lolos menjadi pembahasan di paripurna DPR-RI.

Kenyataan tersebut diungkapkan langsung oleh anggota DPR-RI dari Fraksi Golkar, di rumahnya, jalan Sudirman No 52A, Jumat (30/5). Dia mengatakan, persidangan DPR RI hanya membahas 32 DOB (Daerah Otonomi Baru). Tidak ada tercantum pembahasan pemekaran Kabupaten Simalungun, yang ada pembahasan pembentukan Provinsi Nias.

Dikatakannya, pembahasan pemekaran Kabupaten Simalungun tidak dibahas karena tidak lolos dari Dewan Pemeriksa Otonomi Daerah, Kementerian Dalam Negeri. Karena itu, Anthon Sihombing mengharapkan agar Pemkab Simalungun, DPRD dan eksekutif bersama panitia menelusuri apa-apa faktor atau penyebab tidak lolos untuk dibahas pada persidangan DPR RI sekarang.

“Pemkab Simalungun, panitia dan tokoh-tokoh masyarakat perlu mengetahui dari kementerian alasan tidak lolosnya pembahasan pemekaran Kabupaten Simalungun. Apakah karena syarat-syarat yang diperlukan belum dipenuhi seluruhnya atau barangkali ada yang menolak pemekaran Kabupaten Simalungun tersebut,” tegasnya.

Namun, sebagai anggota DPR-RI periode 2009-2014 yang mewakili rakyat Kabupaten Simalungun, meminta agar tokoh-tokoh masyarakat, panitia dan Pemkab Simalungun harus duduk bersama, mengambil jalan keluar yang terbaik agar pembahasan pemekaran Kabupaten Simalungun dapat dibahas diparipurna DPR-RI periode 2009-2014 ini, ujar Anthon Sihombing.

Ketua DPRD Simalungun Binton Tindaon SPd yang dihubungi melalui telepon seluler Jumat (30/5) menyampaikan belum mengetahui tidak lolosnya pembahasan pemekaran Kabupaten Simalungun pada masa persidangan DPR-RI sekarang hingga Agustus 2014.

Penulis: ebp. Editor: ebp.