Simalungun, hetanews.com- Tiga pemuda asal Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau berhasil diamankan Sat Reskrim Polsek Bangun atas pembuatan uang palsu pecahan Rp 50 dan Rp 10 ribu. Para pelaku mengaku melakukan hal tersebut karena tidak ada pekerjaan selama di Kabupaten Simalungun.

Ketiga pelaku diamankan dari Huta I, Nagori Tumorang, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Sabtu (14/11) sekira pukul 23.45 WIB. Dari tangan pelaku petugas berhasil mengamankan uang pecah Rp 50 ribu sebanyak 130 lembar dan uang Rp 10 ribu sebanyak 18 lembar, 1 kamera DSLR, 2 laptop, 1 mesin print, kertas A4, cater, kaca dan isolasi.

Ketiga pelaku yakni, Juliandi (22), Nurul Efendi (21) dan Candra Pranata (22). Mereka mengaku melakukan hal tersebut setelah beberapa minggu berada di Simalungun dan tak kunjung mendapatkan pekerjaan. Sekitar bulan Oktober lalu, mereka datang ke Simalungun dari Rokan Hilir untuk mengadu nasib, Juliandi yang mengaku seorang fotografer memiliki ide untuk membuat cetak foto keliling.

Namun, karena kebutuhan mereka cukup banyak, Juliandi dan Nurul memiliki ide untuk mencetak uang palsu. Dengan menggunkan kamera DSLR mereka memfoto uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp 10 ribu, kemudian mendisain ulang dengan menggunakan aplikasi photoshop, selanjutnya uang tersebut di cetak.