Thu 15 Nov 2018

Donver Panggabean Dua Kali Jadi Plh Wali Kota

Siantar, hetanews.com - Untuk kedua kalinya setelah Wali Kota Hulman Sitorus mengakhiri jabatannya pada 22 September lalu, Sekretaris Daerah (Sekda) Donver Panggabean dihunjuk kembali sebagai Pelaksana Harian (PLH) Wali Kota.

Penghunjukan kali ini menyusul ditahannya Penjabat (Pj) Wali Kota Siantar, Eddy Syofian oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait kasus dana bantuan sosial (bansos) di Provinsi Sumatera Utara, sejak hari Kamis sore (12/11/2015) lalu.

Kepada media, Sabtu (14/11/2015), Donver mengaku telah menerima radiogram Sekda Provinsi Sumatera Utara, Hasban Ritonga atas nama Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara, Nomor: 130/10351 tertanggal 13 November 2013, Jumat (13/11/2015). Tembusan surat ini juga disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) di Jakarta, Pj Wali Kota dan Ketua DPRD Siantar. “Saya akan menjalankan penugasan ini sebaik-baiknya sesuai dengan ketentuan yang ada,” ujarnya.   

Dasar hukum penghunjukan tersebut adalah berdasarkan ketentuan Pasal 65 ayat (3) Undang - Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Disana dinyatakan bahwa, kepala daerah yang sedang menjalani masa tahanan dilarang melaksanakan tugas dan kewenangannya.

Selanjutnya sesuai dengan ketentuan UU tersebut, pada Pasal 65 ayat (5) dinyatakan, apabila kepala daerah sedang menjalani masa tahanan atau berhalangan sementara dan tidak ada wakil kepala daerah, maka sekda melaksanakan tugas sehari-hari kepala daerah.

Pada penjelasan Pasal 65 ayat (5) UU tersebut, yang dimaksud dengan “melaksanakan tugas  sehari-hari kepala daerah” dalam ketentuan ini adalah tugas rutin pemerintahan yang tidak berkaitan dengan pengambilan kebijakan yang bersifat strategis dalam aspek keuangan, kelembagaan, personel dan aspek perizinan serta kebijakan strategis lainnya.

Berdasarkan ketentuan itulah, dan guna menghindari kekosongan jabatan pimpinan penyelenggaraan pemerintahan daerah di Kota Siantar, diminta kepada Sekda untuk melaksanakan tugas sehari-hari Wali Kota Siantar, sejak penahanan Pj Wali Kota, sampai dengan adanya kebijakan pemerintah lebih lanjut.

Pelaksanaan tugas-tugas sehari-hari yanag dimaksud adalah bersifat rutin, sedangkan kebijakan yang bersigat strategis dilaksanakan dengan terlebih dahulu berkoordinasi dan melaporkannya kepada Wakil Gubernur Sumatera Utara, selaku Plt Gubernur, serta mempertanggungjawabkannya kepada Plt Gubernur.

“Kepada segenap aparatur sipil negara yang ada di jajaran Pemko Siantar, saya minta untuk tetap bekerja seperti biasa, sesuai dengan tupoksi masing-masing,” kata Donver.

Penulis: tom. Editor: aan.