HETANEWS

Makna Kematian Bagi Orang Batak

Tulisan Warga: Yefta

Siantar, hetanews.com-

Kematian bagi orang batak mempunyai makna. Sudah dari dulu orang Batak sudah mengenal Tuhan menurut pengetahuan mereka yang seadanya. Orang Batak percaya kepada Tuhan yang Maha kuasa yaitu Allah Yang Esa.

Dalam konteks Batak disebut dengan Mulajadi Na Bolon. Poros kehidupan bertujuan ke Tuhan / Debata, dan Debata berperan dalam kehidupan manusia. Allah berperan ketika manusia merasakan sukacita dan duka cita.

Kematian tidak selamanya kelam. Keluarga yang ditinggalkan oleh orang yang meninggal itu pasti mempunyai kesedihan tersendiri. Alasannya karena manusia jelas membutuhkan orang lain karena ia adalah mahluk sosial yang tidak bisa lepas dari orang lain. Manusia membutuhkan keluarga inti, keluarga dari Dalihan Na Tolu, sahabat, teman, rekan kerja, masyarakat, dan lain-lain.

Adat Batak pun menunjukkan adanya pengharapan dan sukacita setelah kematian. Dari adat saur matua ada suka cita diantaranya sepatutunya keluarga bersyukur karena orang tua mereka meninggal setelah lanjut usia, sudah bercucu, dan anaknya tidak lagi menjadi tanggungan.

Secara adat, orang yang sudah demikian sudah masuk adat saur matua, sudah bisa ditortori, dan saur matua tidak lagi menjadi beban kesedihan bagi keluarga tetapi sudah menjadi semacam pesta.

Di dalam pesta tersebut keluarga inti bisa bertemu dengan keluarga dari Dalihan Na Tolu, jadi ini merupakan sukacita. Hulahula, Dongan tubu, Boru, Raja Adat, Dongan Sahuta, Pemerintah setempat, rekan-rekan, masyarakat umum datang untuk menunjukkan rasa kasih dan rasa sependeritaan.

Mereka juga datang untuk mendoakan, memberi nasehat, kata-kata penghiburan, partisipasi dalam waktu dan tenaga, sumbangan materi, dan lain-lain. Jadi inilah yang disebut sukacita setelah kematian.

Banyak orang ketakutan jika membayangkan kematian. Padahal kematian adalah suatu kepastian baik cepat atau lambat pasti akan datang. Namun di balik kematian ada kehidupan, kematian bukan akhir segalanya.

Bersedih memang hal yang wajar tetapi larut dalam kesedihan akan beresiko. Hikmah yang bisa dipetik adalah mewarisi semangat hidup dan perjuangan dari orang yang mendahului kita, sehingga terciptalah suka cita setelah kematian (Happiness after death).

Editor: ebp.