HETANEWS

Futra: “PNS yang Gak Punya SDM atau Walikota yang Tak Miliki SDM?”

(IlustrAsi)

Siantar, hetanews.com-

Ada yang menarik untuk diperhatikan dari Laporan Keterangan Pertanggung-jawaban (LKPJ)-nya, Walikota Siantar Hulam Sitorus SE kerap menyatakan, sumber daya manusia (SDM) aparaturnya, menjadi  kendala dalam memaksimalkan pelaksanaan program kegiatan anggaran.

Padahal, nyaris setiap tahun anggaran, biaya  peningkatan kualitas SDM aparatur selalu ditampung disetiap SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) pada APBD. Yang menjadi pertanyaan, mengapa program yang telah dianggarkan tersebut tidak sesuai dengan harapan, yakni peningkatan SDM?

Terkait hal itu, kritikan tajam datang dari Direktur Eksekutif Forum untuk Transparansi Anggaran (Futra), Oktavianus. Rumahorbo, Kamis (29/5). Dia malah balik mengajukan pilihan. “PNS yang gak punya SDM aytau walikota yang tak miliki SDM,” tegasnya.

Menurutnya, penyertaan dana peningkatan kualitas SDM aparatur Pemko Siantar, pada setiap SKPD, terbuang percuma. "Berarti biaya peningkatan SDM itu sia-sia dong," ucapnya.

Untuk itulah, Futra meminta lembaga terkait, seperti DPRD Siantar, Inspektorat dan Walikota, agar melakukan evaluasi terhadap pemberian dana peningkatan SDM, apakah sudah tepat sasaran atau tidak.

Kemudian,  menguji kemampuan PNS yang mendapat biaya peningkatan SDM dari APBD dan menguji pimpinan yang menyatakan SDM PNS tidak baik. “Sebaiknya pernyataan dari walikora diuji, dan kita ingin tahu secara jelas, siapa yang tidak memiliki SDM,” terang Okta.

Selain itu, evaluasi juga harus dilakukan terhadap pejabat yang memimpin SKPD, seperti Kepala Dinas, Kepala Badan, Sekda dan Kabid disetiap SKPD. “Bila SDM aparatur tidak sesuai harapan walikota, mengapa tidak dilakukan penyegaran sejak dulu? Kalau sekarang dilakukan penyegaran, apakah bermanfaat bagi satu tahun lagi kepemimpinan Hulman di Siantar?” sebutnya.

Bahkan, Oktavianus Rumahorbo juga meminta keberadaan Walikota Siantar, Hulman Sitorus yang kerap menyatakan SDM PNS menjadi kendala, supaya dievaluasi juga. “Mari kita evaluasi juga walikotanya,” imbuhnya.

Hal itu dilakukan, untuk mencari tahu, kemungkinan Walikota yang tidak benar memimpin Pemko Siantar dalam menjalankan program kegiatan anggaran atau SDM Aparaturnya yang tidak bisa menterjemahkan program walikota,” katanya.

Dalam pemahamannya, pria berambut putih ini merasa "gemarnya" Walikota beralasan SDM aparaturnya yang lemah , ia malah menuding Walikota yang tidak becus memimpin Kota Siantar, karena tidak memiliki SDM.

"Dia selalu bilang bawahannya yang tak punya SDM, aku bilang Walikota yang tak becus memimpin karena tak punya SDM,"katanya.

Penulis: sofyan. Editor: ebp.