HETANEWS.COM

Robert: Badan Pengawas Hingga Kini Belum Terima Gaji, Tidak Ijinkan Pasar Melanton jadi Mall

Siantar, hetanews.com- Ketua DPRD Siantar Eliakim Simanjunta kemarin mengomentari tentang kinerja dari Badan Pengawas Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PD PAUS) (Baca: http://www.hetanews.com/article/34987/eliakim-katakan-percuma-badan-pengawas-digaji-apa-kerjaan-mereka-selama-ini).

Namun hal tersebut dijawab oleh Ketua Badan Pengawas PD PAUS Robert Tua Siregar, dia mengatakan bahwa hingga kini Badan Pengawas belum menerima gaji, dan seluruh hasil pengawasan mereka selalu mereka rekomendasikan kepada pemilik perusahaan dalam hal ini Walikota.

Robert Siregar mengatakan kepada Hetanews melalui telepon selulernya, Kamis (29/10), mereka telah bekerja sesuai dengan amanah perda. "Kita telah melaksanakan fungsi pengawasan sesuai dengan amanah perda," kata Robert.

Lanjutnya, Badan Pengawas selalu melaporkan kepada Walikota apapun hasil dari pengawasan mereka terhadap PD PAUS. "Artinya, kalau dikatakan Ketua DPRD kita tidak pernah melaporkan kepada pemilik dalam hal ini Walikota, kita terus melaporkan, bahkan terakhir rekomendasi kita yang menyatakan supaya di periksa," sebut Robert.

Kemudian mengenai gaji, Robert mengatakan bahwa sampai saat ini Badan Pengawas belum menerima gaji dalam mengawasi PD PAUS. "Sampai detik ini, Badan Pengawas tidak menerima gaji, karena memang kita punya filosopfi begini, bukan kita engga perlu uang, artinya ada dulu kegiatanlah yang jelas dan berhasil baru kita ini, tetapi artinya dibilang digaji, sampai detik ini kita tidak menerima gaji," tegas Robert.

Robert juga menyebutkan bahwa Badan Pengawas hanya bisa memberikan rekomendasi kepada Pemilik PD PAUS, yang menjadi pemutus adalah Walikota. "Artinya, kita bukan pemutus loh, kita hanya memberikan pengawasan dan memberikan masukan kepada pemilik, dan yang memutuskan tetap pemilik," kata Robert.

Mengenai perubahan Pasar Tradisional Pasar Melanton menjadi Siantar Mall, Robert menjelaskan bahwa Badan Pengawas tidak pernah memberikan Ijin untuk mengganti Pasar Tradisional tersebut menjadi Mall.

"Mengenai itu, kemarin kan dijelaskan Herowin kepada Pj Walikota, sampai saat ini itu belum bisa menjadi Mall, tapi dia (Herowin) bilang hanya untuk mengaet talen-talen supaya mau itu, tapi artinya prinsip konsep tradisional itu yang utama yang kita laksanakan, ku bilang, yang artinya kita dari Badan Pengawas tidak akan pernah meloloskan itu menjadi Mall, seperti yang diutarakannya selama ini kan," kata Robert.

Kemarin Badan Pengawas dan Direksi dari PD PAUS dipanggil oleh Pj Walikota untuk mendengarkan informasi terkait kinerja dari PD PAUS (Baca: http://www.hetanews.com/article/34974/eddy-syofian-dengar-informasi-simpang-siur-di-masyarakat-tentang-pd-paus-minta-diselesaikan), Kata Robert dalam pertemuan tersebut Pj Walikota meminta agar Direksi PD PAUS mempertanggung jawabkan penyertaan modal yang telah diberikan kepada PD PAUS.

"Jelas walikota disini mengamanahkan agar itu sesegera mungkin diselesaikan, mengenai penyertaan modal yang telah digunakan agar dipertanggung jawabkan sesuai dengan apa yang telah dilaksanakan oleh jajaran direksi," tutup Robert.

Penulis: tom. Editor: ebp.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!