HETANEWS

Simalungun Akan Bangun Demplot Gas dan 40 Unit Biogas

Ilustrasi Biogas Plain.

Simalungun, hetanews.com-

Kabupaten Simalungun terkenal sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi alam sangat besar. Selain pertanian, tambang hingga potensi sumber energi dari limbah ternak yakni biogas.

Kepala Dinas Pertambangan dan energi Kabupaten Simalungun Raja Sianipar ditemui di kantornya, Jumat (5/9) mengatakan, dengan mengantisipasi kelangkaan sumber energi serta memanfaatkan potensi yang ada dimana Simalungun.

Sebagai salah satu wilayah terluas di Sumatara Utara yang juga salah satu penghasil ternak terbesar maka penggunaan bio gas akan sangat menjadi potensial dikembangkan.

“Ada dua item program besar terkait pengembangan energi di Simalungun. Pengadaan Demplot gas akan dibangun di Dusun Sinta Raya, Kelurahan Tiga Runggu, Kecamatan Purba. Hal ini akan menjadi percontohan. Sedangkan prakteknya akan dibangun di rumah warga sebanyak 40 unit,” jelasnya.

Lanjutnya, rumah warga yang mendapat percobaan bio gas tersebut terdiri dari 5 unit di Kecamatan Sidamanik, 29 unit di Kecamatan Pematang Sidamnik dan 6 di Kecamatan Panei. Penggunan bio gas itu akan memberdayakan kotoran ternak.

“Demonstrasi plot (Demplot) Bio gas merupakan unit peraga dan sosialisasi pemanfaatan biogas dari limbah kotoran hewan untuk skala rumah tangga. Penggunaan demplot ini akan ditujukan untuk daerah yang belum memanfaatkan atau belum memahami penggunaan biogas. Dengan dana APBN Kementerian ESDM atau DAK Energi Pedesaan tahun 2014,” jelasnya.

Masih kata Raja, pengadaan biogas menjadi program utama pemerintah. Khusus Simalungun mendapatkan bantuan langsung dari pusat. Karena itu, 40 unit biogas ini akan dibangun di beberapa kecamatan Simalungun.

Di Simalungun pengadaan biogas merupakan hal baru. Percobaannya sendiri baru dilakukan pada 2014 ini juga, dengan menunjuk Kecamatan Purba sebagai lokasi percontohan biogas.

“Kotoran-­kotoran ternak dan sampah-sampah organik kita sulap menjadi biogas yang bisa difungsikan warga meski saat itu skalanya masih kecil,” kata kadis.

Program biogas ini pun, kata Raja, akan diintegrasikan dengan sektor peternakan dan pertanian. Sebab sumber energi biogas berasal dari kotoran sapi yang dikandangkan. Sementara limbah cair dari biogas ini bisa dijadikan pupuk untuk petani.

Penulis: tom. Editor: ebp.
Komentar 1