Sergai, hetanews.com- Kehidupan beragama khususnya di Indonesia telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam proses berbangsa dan bernegara, karena sejarah telah mencatat bahwa proses kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari perjuangan yang didasari oleh semangat kecintaan kepada Allah SWT, hal ini dapat dilihat dalam pembukaan UUD 1945 bahwa kemerdekaan ini merupakan ridho dari Allah yang kemudian diperjuangkan dengan gigih oleh segenap komponen bangsa.

Demikian dikemukakan Pj. Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir. H. Alwin, M.Si dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi Seminar Pembinaan dan Pemberdayaan Ummat Islam yang dilaksanakan di aula Kantor Kemenag Sergai, Senin (12/10).

Dilanjutkan oleh Pj. Bupati Sergai H. Alwin bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kehidupan beragama akan bersentuhan dengan adat istiadat baik berasal dari budaya atau kebiasaan yang telah dilaksanakan secara turun temurun ataupun pengaruh dari kebiasaan baru akibat dari berkembangnya arus informasi yang terjadi saat ini.

H. Alwin menambahkan permasalahan diatas harus dapat dikaji secara baik dan dilakukan secara komprehensif dengan pendekatan-pendekatan yang baik pula. Oleh karenanya Pj. Bupati Sergai berharap Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat dapat memaparkan permasalahan ini dengan sebaik-baiknya yang tertuang dalam seminar ini dan hasil dari seminar ini dapat disebarluaskan kepada masyarakat dengan memanfaatkan jaringan ormas-ormas Islam yang ada sehingga masyarakat dapat menerimanya dengan pemahaman yang baik pula.

Disamping itu juga agar MUI Sergai beserta seluruh jaringan ormas Islam dapat merapatkan barisan untuk memperkuat semangat dalam berdakwah sehingga dapat memberikan informasi dan pendidikan Islam kepada masyarakat khususnya di Kabupaten ini, pungkas Pj. Bupati H. Alwin.

Sebelumnya Ketua Panitia penyelenggara Drs. H. Irfan Elfuadi Lubis dalam laporannya mengatakan kegiatan ini dalam rangka menyambut gebyar Muharram 1437 H dan berlangsung selama 4 hari mulai dari 12-15 Oktober 2015 dengan pokok bahasan meliputi hari pertama “Ritual Jamu Laut dan Jamu Ladang dalam Pandangan Islam, hari kedua, “Natal Bersama menurut Pandangan Islam, hari ketiga, Pelatihan Imam dan Khatib dan keempat, Pembinaan Keluarga Sakinah. Sedangkan peserta yang mengikuti kegiatan ini perharinya sebanyak 100 orang dan dari kalangan yang berbeda-beda.