Siantar, hetanews.com- Sudah lebih dua tahun sejak Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Tarukim ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar, atas kasus dugaan korupsi proyek pembangunan tembok RSU Djasamen Saragih Siantar. ketika ditanyakan kepada Kasi Pidsus dan Intel, mereka berdua ibarat main ‘pingpong’ dalam menjawab.

Sampai saat ini, belum ada kejelasan kelanjutan kasus tersebut. Bahkan, menunggu hasil audit BPK Medan untuk mengetahui jumlah kerugian negara, sudah hampir setahun dijadikan alasan sehingga kasus tersebut belum rampung. Tapi, sampai saat ini, pihak kejaksaan belum bisa menjelaskan hal tersebut.

Bahkan, sejak keduanya ditetapkan tersangka pada April 2013 silam oleh Kasi Pidsus sebelumnya Mukharom SH, sudah berjanji akan segera menyatakan berkas P-21 (lengkap) dan akan segera menahan kedua tersangka. Namun,hingga dua kali pergantian Kasi Pidsus, kasus tersebut belum juga rampung.

Saat dikonfirmasi kepada Kasi Pidsus Peniel Silalahi, Jumat (25/9/2015), enggan memberikan komentar dengan alasan adanya aturan baru bahwa konfirmasi harus melalui Kasi Intel. "Ke Kasi Intel saja, sekarang konfirmasi harus 'satu pintu'," ujar Peniel.

Namun, ketika dikonfirmasi ke Kasi Intel Jaferson Hutagaol, yang sudah mengetahui adanya aturan harus konfirmasi melaluinya, malah mengatakan sama sekali tidak mengetahui mengenai kasus tersebut. Kasi Intel yang baru menjabat sekitar lima bulan itu mengatakan tidak bisa memberikan jawaban atas kasus tersebut lantaran tidak dikuasai.

"Apalah mau saya jawab, itu sudah ditangani pidsus. Memang harus melalui saya, tapi belum ada laporan sama saya," ujar Hutagaol sambil bergurau.

Ketika ditanyakan maksud pihak kejaksaan yang memerintahkan agar setiap konfirmasi harus melalui Kasi Intel meski terkait pidana umum dan khusus yang sudah bukan bagian intel, sehingga menjadi alasan kasi intel tidak mengetahui, Hutagaol pun meminta waktu untuk menanyakan dulu ke Kasi Pidsus.

"Bukan begitu, ya udah kita tanya dulu sama Pidsus. Tapi Pidsus lagi keluar, tunggu dulu lah ya," saran Hutagaol.

Setelah sekitar 2 jam menunggu, Kasi Intel yang mengaku sedang keluar pun menyarankan agar mengonfirmasi langsung ke Kasi Pidsus. Ia mengaku sedang berada diluar, namun mobil yang biasa dikendarainya tampak terparkir di parkiran halaman Kejari Siantar.

"Tanyak aja langsung ya nanti kita ktmu, lagi dluar," tulisnya melalui pesan singkat (SMS) telepon selulernya.

Sayangnya, ketika dikonfirmasi lagi ke Kasi Pidsus, tetap mengatakan tidak bisa memberikan jawaban. Meski sudah dijelaskan sudah menanyakan langsung ke Kasi Intel dan diarahkan ke Kasi Pidsus, Peniel tetap bersikukuh mengikuti aturan harus melalui Kasi Intel dulu.

"Gimana lah, sudah kalian dengarnya langsung dari Kajari, itu aturannya. Kalau aku yang jawab, berarti bukan satu pintu lagi. Kalau apa, hari Senin lah datang lagi, kita sampaikan ke Kasi Intel dulu," ujar Peniel.