HETANEWS.COM

Datangnya Aku Jemput, tapi Tidak Bisa Aku Bawa Mayatmu, Malah Orang Lain yang Antar

Jenazah Martha, TKI asal Indonesia yang meninggal di Malaysia, setibanya di rumah duka, jalan Sakata, Siantar Utara, Selasa malam (15/9).

Siantar, hetanews.com- Setelah hampir dua minggu Jenazah Almarhuma Marta Boru Saragih berada di rumah sakit Malaka, Malaysia, akhirnya tiba dirumah duka Jalan Sekata, Kecamatan Siantar Utara, Selasa (15/09). Begitu jenazah dari almarhuma tiba dengan menggunakan mobil ambulans, isak tangis dari keluargapun pecah.

Jenazah yang dijemput langsung oleh pihak keluarga dari Bandara Kuala Namu sekira pukul 15.00 Wib, tiba di rumah duka pada pukul 19.00 Wib, setibanya di rumah duka Jasad Martha yang berada dalam peti mati dan terbungkus dengan pelastik langsung disambut dengan isak tangis oleh Suami dan ketiga orang anak dari almarhuma.

Begitu melihat Jisman Simanjuntak, suami dari Martha, tiga orang anaknya langsung datang memeluknya sambil menangis. Jisman yang masih dalam kondisi sakit sepulang dari Malaysia larut dalam kesedihan memandingi jasad orang yang ia cintai tersebut.

"Datangnya aku mau jemput kau mak, tapi tidak bisa aku bawa mayatmu, malah orang lain yang antar mayatmu ke rumah kita ini, engga ada lagi ketawamu mak, bagaimana nanti aku ini, lihat dulu anak-anakmu ini, Tuhan apa yang sedang terjadi sama keluarga kami, jawab aku Tuhan," tangis Jisman yang masih dalam keadaan lemah karena sakit.

Anak Bungsu dari Marta, Ucok Simanjuntak menangis sambil memegangi peti jenazah dari Ibundanya. " Mae...Mae..., siapa yang buat begini sama mamak, biar ku balas nanti ma, Tuhan orang baik mamaku ini, kenapa cepat kali kau panggil, siapala yang menjaga kami nanti, engga ada lagi yang marahi aku lagi nanti. Mae... Mae..., jawab dulu aku anakmu ini, rindu aku ma....," tangis ucok.

Tangis Ucok tersebut ikut diratapi oleh abang dan kakak ucok, mereka hanya bisa melinangkan air mata menatapi wajah ibunda tersayang sambil mengelus-elus wajah ibunda mereka yang telah tiada.

Penulis: bt. Editor: ebp.