Siantar, hetanews.com- Merasa tidak diperlakukan secara adil dalam kepengurusan IPK, Mahadin Sitanggang mengumpulkan massa di depan kantornya di jalan Gereja, sebelum bergerak menuju pelantikan Daniel Silalahi di Lapangan Pariwisata Siantar, Sabtu (12/9).

Salah seorang Ketua PAC IPK Siantar Timur versi Mahadin Sitanggang, Nelson Sinaga, mengatakan mereka akan menuju ke pelantikan tujuan untuk menanyakan kepada DPD I IPK kenapa ada pelantikan, sebelumnya mereka telah menerima informasi dari pihak kepolisian bahwa belum ada diijin keramaian untuk acara pelantikan tersebut .

"Sebenarnya SK mereka (daniel sialalhi) belum adanya, waktu pelantikan nantinya baru ada,” ujarnya

Terpisah, Ketua IPK Mahadin Sitanggang berserta rombongan diketahui berada di Polres Siantar sekitar pukul 15.00 WIB, kepada media melalui Ondo (salah seorang rombongan) mengatakan kedatangan mereka untuk melakukan mediasi tentang permasalahan IPK.

Sementara itu, terdengar salah seorang petugas Polres Siantar, di ruang SPKT mengatakan kepada Ondo untuk ke Siantar Hotel . "Pak, bapak sudah disana " ujarnya sambil  mengangkat tangan menunjukkan arah .

Menurut amatan, kedatangan mereka untuk menanyakan ijin keramaian yang dikeluarkan Polres Siantar untuk pelantikan Daniel Silalahi. Pasalnya, sehari sebelum pelantikan, Mahadin Sitanggang kepada awak media menuturkan, polres Siantar tidak mengeluarkan ijin keramaian pelantikan Daniel Silalahi sebagai ketua IPK.

Tepatnya didepan salah satu kamar Siantar Hotel, Mahadin Berserta rombongan melakukan perbincangan dengan Basirun, ketua DPD I IPK Sumut dan didampingi oleh personel polres Siantar, salah satunya Waka Polres Siantar, Kompol Raysa.

Informasi berkembang, pembicaraan yang telah bincangkan berisikan tentang kebenaran SK Daniel Silalahi dan mengunjuk Daniel Silalahi sebagai ketua DPD II IPK kota Siantar . Basirun mengatakan, "Ini lah Ormas, besok bisa jadi ketua, dan besok tidak," ujarnya dan terlihat Mahadin tertunduk mendengarkan.

Setelah itu terlihat Mahadin meminta kepada Basirun, untuk bergabung ke provinsi "Kami lebih memilih bergabung ke provinsi," ujar Mahadin. dan Basirun menjawab, "nanti akan kita coba pikirkan," ujarnya.

Akhirnya mediasi pun selesai, Basirun langsung menuju pelantikan dengan berjalan kaki, sementara, Mahadin masih tetap berada di lokasi bersama rombongannya.