TEBING TINGGI, HETANEWS.com - Presiden Republik Indonesia (RI) Ir. H. Joko Widodo dalam kunjungan kerja di Kota Tebing Tinggi melakukan silahturahmi dengan ribuan peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), di gedung GOR Asber, Jalan Gunung Leuser Komplek Perkantoran BP7, Kota Tebing Tinggi.

Dalam silahturahmi yang bertema "Menuju Cakupan Semesta Yang Bermutu Dan Berkesinambungan" ini, Presiden RI mengungkapkan jumlah peserta BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia berkisar 267 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, 94 juta jiwa telah terdaftar sebagai peserta KIS PBI, yang iuran pembayarannya dibayarkan oleh pemerintah.

Presiden Republik Indonesia (RI) Ir. H. Joko Widodo dalam kunjungan kerja di Kota Tebing Tinggi melakukan silahturahmi dengan ribuan peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di gedung GOR Asber, Jalan Gunung Leuser Komplek Perkantoran BP7, Kota Tebing Tinggi.

Dalam silahturahmi yang bertema "Menuju Cakupan Semesta Yang Bermutu Dan Berkesinambungan" ini, Presiden RI mengungkapkan jumlah peserta BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia berkisar 267 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, 94 juta jiwa telah terdaftar sebagai peserta KIS PBI, yang iuran pembayarannya dibayarkan oleh pemerintah.

Presiden RI juga mengungkapkan, bahwa setiap tahunnya APBN menganggarkan 46 triliun rupiah untuk kesehatan rakyat Indonesia. Presiden RI juga memastikan anggaran tersebut benar-benar diterima oleh masyarakat.

"Saya itu ngecek benar atau nggak karena anggaran gede yang digelontorkan oleh pemerintah betul-betul diterima oleh masyarakat. Bayangkan kalau kita sakit jantung, tidak ada ini (KIS), bayarnya bisa puluhan, ratusan juta, apalagi dibawa ke Jakarta, bisa ratusan juta," kata Presiden RI dikutip keterangan Biro Sekretariat Presiden.

Lebih lanjut, Presiden RI memastikan JKN-KIS dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk semua jenis penyakit, seperti sakit jantung, diabetes, hipertensi, dan katarak. Meski demikian, Presiden RI mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan agar tidak sakit.

"Kita patut bersyukur ada Kartu Indonesia Sehat, BPJS, tapi penginnya kita juga sehat semuanya, benar? Coba yang pernah menggunakan kartu ini untuk sakit jantung? Ada yang untuk cuci darah? Ada? Nggih, tidak dipungut biaya ya? Karena memang dari APBN kita telah menyiapkan Rp 46 triliun," tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden RI menuturkan pemerintah akan mengirimkan peralatan kesehatan yang lebih lengkap untuk menunjang pelayanan kesehatan di RSUD Kota Tebing Tinggi.

"Tahun ini akan dikirim peralatannya dari Kementerian Kesehatan, Pak Wamen tadi sudah menyampaikan kepada saya akan dikirim peralatan kesehatan untuk pasang ring jantung, nggak usah ke Jakarta, di Tebing Tinggi sudah ada," ujarnya.

Salah seorang warga Kota Tebing Tinggi, Farida Nasution dalam dialognya dengan Presiden RI, mengaku sudah merasakan langsung manfaat KIS dan mengungkap pengalamannya dioperasi secara gratis.

"Saya pernah operasi kelenjar getah bening di leher. Saya di Rumah Sakit Pamela. Tidak ada dipungut biaya sama sekali," ungkap Farida.

Warga lainnya, Sumiati juga merasakan manfaat serupa. Di hadapan Presiden RI, Sumiati menuturkan pengalamannya memeriksakan matanya yang minus.

"Cek mata, kemudian minus. Cek kesehatan di rumah sakit, kemudian disuruh ambil (kaca mata) di optik. Nggak ada bayar," ucap Sumiati.

Dalam rangkaian acara tersebut, Presiden RI juga membagikan dua unit sepeda kepada warga yang beruntung.

Turut mendampingi Presiden RI Joko Widodo dalam kegiatan tersebut, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Anggota DPR RI Meutya Hafid, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti, AAK, Pj. Gubernur Sumatera Utara Hassanudin dan Pj. Wali Kota Tebing Tinggi Drs. Syarmadani.