SIANTAR, HETANEWS.com - Putra Sitompul melakukan perlawanan saat akan ditangkap polisi. Selama ini, pelaku sedang dicari keberadaannya pasca korban Mulyadi melaporkannya karena kasus penipuan.

Modus penipuan yang dilakukan Putra dengan mengatakan bahwa ia dapat meloloskan orang menjadi seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Kejagung dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Kasat Reskrim Polres Siantar AKP Made Wira Suhendra yang dikonfirmasi wartawan, Rabu (7/2/2024) menjelaskan, pelaku meminta uang kepada korban sebesar Rp 220 juta.

Namun uang tersebut tidak diberikan langsung oleh korban kepada Putra Sitompul, melainkan melalui Ilal Mahdi Nasution. Dimana Ilal Mahdi yang membujuk korban dengan iming-iming pelaku bisa memasukkan kedua anak korban menjadi PNS di Kejagung.

Hingga akhirnya, korban merasa curiga dan mengecek pekerjaan si pelaku yang mengaku sebagai salah satu anggota KPK adalah tidak benar.

Sehingga korban meminta uangnya untuk dikembalikan, namun pelaku tidak mengembalikan uang tersebut.e

Penipuan tersebut kata Made, terjadi 2 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 7 September 2021 sekira pukul 13.59 Wib di Perumahan Sibatu-Batu, Kelurahan Bahkapul, Kecamatan Siantar Sitalasari.

“Pada hari sabtu tanggal 3 Februari 2024, personil Sat Reskrim Polres Siantar mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku berada di kediamannya Jalan Asahan Km.4.5 dibelakang kantor Kejaksaan Negeri Simalungun di Nagori Dolok Marlawan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun,”ungkap Made.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, personil bergerak menuju ke Jalan Asahan dan menemukan pelaku. Hanya saja saat akan dilakukan penangkapan pelaku terlihat membawa 2 buah parang yang diletakkan dipinggangnya.

"Salah satu anggota saya tangannya terkena sabetan dari parang yang dibawa pelaku, bahkan istrinya juga menyiramkan racun serta mengacungkan parang kepada anggota saya. Sehingga kami berusaha untuk menenangkan sang istri, setelah tenang kami kemudian membawa pelaku ke kantor polisi untuk dilakukan pemeriksaan," tutupnya.