HETANEWS

Menurut Panwas Simalungun, KPUD Simalungun Langgar PKPU

Zulkarnain Damanik di dampingi anaknya Evra Saskya Damanik sesaat setelah usai menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD dr Djasamen Saragih kota Siantar sebagai syarat untuk mencalonkan diri sebagai calon bupati dan wakil bupati Simalungun,Rabu (12/8).Sebelumnya pasangan dari jalur perseorangan Evra Saskya Damanik dan Sugito di tolak oleh KPUD Simalungun terkait pencalonan Evra Saskya Damanik sebagai calon bupati Simalungun dengan Zulkarnain Damanik di karenakan sakit. ( FOTO : LAZUARDY FAHMI )

Simalungun, hetanews.com- Sesuai Jadwal KPU berdasarkan PKPU Nomor 2 Tahun 2015 bahwa jadwal test kesehatan untuk Pasangan Calon (Paslon) telah selesai, namun hal yang aneh terjadi pada tahapan Pendaftaran Calon Bupati di Simalungun.

Sebelumnya Tes Kesehatan sudah diperiksa pada tanggal (30/07) lalu dan dihadiri 5 bakal Pasangan calon, hari ini Zulkarnaen Damanik yang sempat digantikan Evra Sassky Damanik menjadi bakal calon Bupati diperiksa kesehatannya di RSUD DJASAMEN SARAGIH, Rabu (12/08).

Penetapan Bakal calon oleh KPUD Kabupaten Simalungun pada tanggal (28/7/2015) Paslon jalur Perseorangan Evra sassky - Sugito mendaftar sebagai calon Bupati - Wakil Bupati di Kabupaten Simalungun, padahal pada sebelumnya Pada proses penyerahan dukungan foto copy, Pasangan Calon Zulkarnain - Sugito yang menyerahkan  kepada KPUD.

Sempat digantikan dengan Alasan sakit, Zulkarnain Damanik digantikan oleh Anaknya sendiri Evra Sassky Damanaik. Hal ini ditolak KPUD kabupaten Simalungun, sehingga hari ini, Zulkarnain dipaksakan untuk mengikuti Tes kesehatan.

Pantauan hetanews, Kedatangan Zulkarnain didampingi TIM mengenakan celana  pendek, dan kaos oblong warna hitam lengkap dengan kursi roda.

Sementara penjelasan Panwas terkait Pemeriksaan Tes Kesehatan mengatakan bingung dengan sikap KPUD kabupaten Simalungun. "Kami saja bingung kok bisa ada Pemeriksaan kesehatan lagi, sementara sudah ditutup pendaftaran dan hasil tes pun sudah diumumkan, kami datang ke sini bukan sebagai Panwas Simalungun, tapi hanya lihat-lihat saja," ujar  Choir Nasution Divisi Hukum dan pelanggaran.

Namun, kata Choir, berdasarkan jadwal Pilkada yang tertuang dalam PKPU Nomor 2 Tahun 2015 hal tersebut telah menyalahi. "Itu tadi saya bilang tapi katanya berdasarkan keputusan KPUD Simalungun nomor 31,32, sama 33 itu, tapi entahlah kita lihatlah nanti," sebut Choir.

Choir juga mengatakan bawha permasalahan ini telah direkomendasikan ke Bawaslu Pusat. "Kita sudah berikan rekomendasi kita ke Bawaslu Pusat, dalam hal ini kita sebut ini merupakan sengketa pemilu," jelasnya.

Sementara Penjelasan James Sekretaris KPUD Simalungun ketika dikonfirmasi mengenai kondisi pemeriksaan Zulkarnain, dan keberadaan komisioner KPUD, Terkesan Cuek. "Untuk ini no coment lah. Saat ini Komisioner KPUD lagi jalan-jalan ke jakarta dan Surabaya," ujar James.

Penulis: tom. Editor: ebp.