HETANEWS

Paslon Fernando Simanjuntak-Arsidi Dinyatakan Gugur, Dukungan Suara Tidak Lebihi 23.625

Fernando Simanjuntak.

Siantar, hetanews.com- Satu persatu Pasangan Calon (Paslon) walikota Siantar berguguran, dimana awalnya ada  11 Paslon yang mendaftar,  4 dari Partai Politik (Parpol), yakni Teddy Robinson Siahaan (TRS)-Zainal Purba yang diusung oleh Nasdem, PAN, Hanura, Wesli Silalahi-Sailanto yang diusung oleh PDI-P, PKPI, PKS dan Surfenov-Parlin yang diusung oleh Gokar, Grindra, dan PPP, serta Hulman-Herfriansyah dari Partai Demokrat.

7 Paslon Perseorangan sejak awal mendaftar yakni Sugito-Djumadi, Sortaman-M Nurdin, Erizal Ginting-Tjaw Kim, Fernando Simanjuntak-Arsidi, Alusius Sihite-Anggi Lubis,Suryani-Imal Raya, Nurdin Manurung-Hanka.

Namun setelah melalui beberapa tahapan, ke-11 Paslon tersebut satu persatupun gugur, dan saat ini menyisakan 3 Paslon dari Parpol dan 3 Paslon dari perseorangan yang bertarung dalam verifikasi faktual, untuk ditetapkan oleh KPUD sebagai calon tetap yang dilakukan sejak Kamis (13/08).

Pada pendaftaran ulang pada tanggal 26 sampai 28 July, satu Paslon tidak ikut dalam pendaftaran, yakni Nurdin Manurung dan Hanka, sehingga otomatis Nurdin-Hanka gugur. Di massa pendaftaran itu juga Paslon yang diusung oleh Goklar, Grindra, dan PPP yakni Surfenov-Parlin ditolak pendaftarannya oleh KPUD Siantar sehingga dianggap  gugur dalam tahap tersebut.

Kemudian pada saat proses perbaikan berkas di tanggal 4 sampai tanggal 7 Agustus, dua paslon perseorangan menyusul, yakni Suryani-Imal Raya dan Alusius Sihite-Anggi Lubis, kemudian 4 Paslonpun bertanding dalam tahap penelitian ganda internal dan dukungan awal yang dilakukan di Jakarta. Dari hasil tersebut, Fernando Simanjuntak-Arsidi dinyatakan gugur.

Menurut Ketua KPUD Siantar Mangasi Purba ketika ditemui wartawan di Kantor KPUD Siantar, Jalan Porsea, Teladan, Siantar Barat, Rabu (12/07) setelah melakukan penelitian di KPU RI, hasilnya dukungan yang akan di verifikasi faktual, yakni Sortaman-M Nurdin mendapatkan 14479 dukungan, Erizal-Tjaw Kim mendapatkan 29.186, Sugito-Djumadi mendapatkan 13.158, Fernando 5.722.

"Setelah kita lakukan penelitian untuk melihat dukungan ganda Internal dan dukungan sebelumnya, hasilnya Sortaman-M Nurdin yang awalnya memberikan perbaikan 26.396 setelah kita teliti ternyata ada dukungan ganda internal atau dukungan sebelumnya untuk Sortaman, yakni 11.917, Sugito-Djumadi awalnya 17.173 dukungan ganda Internal dan dukungan sebelumnya, yakni 3.988, Erizal-Tjaw Kim dukungan awal 43.204 dukungan setelah diteliti terdapat 14.018 dukungan yang ganda Internal dan ada dukungan sebelumnya," jelas Mangasi.

Lanjut Mangasi, dari Hasil tersebut kemudian akan dijumlahkan ke dukungan yang sebelumnya untuk melihat apakah mencapai batas minimal syarat dukungan yakni 23.625, dan dari penjumlahan tersebut Paslon Fernando-Arsidi tidak dapat mencapai syarat minimal dukungan.

"Seperti Sortaman, awal dukungannya 13.101 dan ketika dijumlahkan ke hasil perbaikan tadi 14.479 kan lebih dari syarat dukungan minimal, yakni 27.580 dukungan, Sugito-Djumadi awal dukungan 16.201 ditambah sama hasil perbaikan 13.158 jadi 29.359 dukungan, Erizal-Tjaw Kim dukungan awal 6.755 ditambah sama hasil perbaikan 29.186 maka 35.941 dukungan.  Nah kalau Fernando dukungan awal 12.270 ditambah sama hasil perbaikan 5.722 dukungan maka hasil 17.992," katanya.

Kata Mangasi, berdasarkan hasil tersebut Fernando tidak dapat mencapai syarat dukungan minimal yakni 23.625, sehingga apapun hasil dari verfikasi faktual yang dilakukan oleh Panitian Pemungutan Suara (PPS) tidak berpengaruh dalam capaian suara untuk Paslon Fernando-Arsidi. "Tetapi dukungan Fernando-Arsidi itu kita bawa ke PPS, untuk dikonfrontasi dengan dukungan dari Paslon lainnya," jelas Mangasi.

Penulis: tom. Editor: ebp.