SIANTAR,HETANEWS.com - Pengacara Poltak Silitonga mengaku kecewa dengan pelayanan Polres Pematang Siantar. Hal itu karena diterbitkannya surat penundaan pelaksanaan sidang lapangan perkara perdata yang seyogianya dilaksanakan Rabu (1/11/2023).

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Pematang Siantar melayangkan surat untuk dilakukan pengamanan oleh Polres Siantar saat pemeriksaan setempat (PS/sidang lapangan) perkara Perdata No:57/Pdt Bth/2023/Pn-Pms.

Dengan alasan berpotensi terjadinya bentrok, maka Polres Siantar menunda pengamanan menjadi minggu depan atau dijadwal ulang. Demikian surat yang ditandatangani Kapolres AKBP Yogen Heroes Baruno seharu sebelum PS (31/10/2023). Sehingga sidang lapangan pun ditunda.

"Awalnya, pihak Tergugat kami hanya minta 5 personel (Polres Siantar) untuk pengamanan saat sidang lapangan/pemeriksaan setempat (PS). Tapi, Kabag Ops bilang kalau mereka akan turunkan 10 personel,” kata Poltak.

Menurut Poltak, karena berpotensi tidak kondusif makanya kami minta pengamanan dari personel kepolisan Polres Pematang Siantar. Sehingga alasan Kapolres melalu Kabag Ops tidak jelas, dengan membalas surat dari pengadilan untuk penundaan sidang lapangan dengan alasan tidak kondusif.

“Saya sudah komunikasi dengan Bapak Kapolres Siantar. Pak Kapolres minta saya menghadap dengan Kabag Ops. Sebelumnya kan saya sudah menghadap dan sudah disetujui. Kenapa mendadak ditunda?,” tanya Poltak.

Poltak berpendapat, Kapolres Siantar tidak memberikan pelayanan yang baik dan humanis bagi para pencari keadilan di wilayah Hukum kota Pematang siantar

“Saya kecewa dengan Pak Kapolres, harusnya kan dijelaskan yang tidak kondusif itu apa?. Kalau ada potensi bentrok maka kita minta pengamanan dan dari pihak kita tidak ada yang membuat keributan setiap sidang kita tetap tenang santun dan menghormati pengadilan , oleh karena itu kita meminta polres siantar harus memberikan pendekatan pendidikan hukum bagi mereka yang membuat potensi bentrok tersebut, bila perlu diamankan. Jangan jadi sidang yang ditunda dengan alasan penundaan yang tidak jelas,” ungkapnya.