SIMALUNGUN - Setelah berpuluh tahun ditunggu, akhirnya gedung Polsek Parapat direvitalisasi dengan total biaya, Rp. 3.597.538.000 yang bersumber dari dan APBD Kabupaten Simalungun.

Pantauan awak media, Jumat (7/7/2023) bangunan lama Polsek Parapat telah dirubuhkan dan ditutup keliling dengan pagar seng. Sedangkan diantara pagar seng terlihat sebuah plang spanduk bertuliskan.

"Pembangunan Gedung Kantor Polsek Parapat, Girsang Sipangan Bolon dengan nomor Kontrak : 600.2.10.2/03.5/6.3/PPK.PG2023. Tanggal Kontrak, 21 Juni 2023 Sumber Dana dari APBD Simalungun TA.2023. Masa pelaksanaan hari kerja, Selama 180 hari Kalender dan Mulai Sejak 21 Juni 2023 sampai dengan 20 Desember 2023." demikian tertulis di plang spanduk tersebut.

Sedangkan penyedia jasa juga tertulis di spanduk plang yang berbiaya Rp. 3 Miliar lebih ini dilaksanakan oleh CV, KONSTRUKSI JAYA, beralamat di Jln. Binjai Km. 10,3 Gg Dadi No. 8A Desa Paya Geli, Sunggal, Deli Serdang.

Namun keanehan terlihat dalam lokasi yang dirubuhkan terdapat bangunan di lahan sekitar 5x20 Meter sebelah kanan lokasi Polsek Parapat berbatasan dengan Masjid Raya Taqwa Parapat yang diatas bangunannya difungsikan sebagai lahan parkir justru belum dirobohkan.

Tokoh masyarakat di Parapat M Sinaga (55) mengatakan bahwa sebagian lahan yang belum dirobohkan dan masih difungsikan atapnya sebagai lahan parkir itu, dulu merupakan hibah yang diserahkan oleh Marga Sinaga kepada Polsek Parapat.

"Bangunan yang belum dirobohkan itu sekarang atapnya berfungsi sebagai lahan parkir dan bangunan dibawah sepertinya dipergunakan untuk kantor Ibu Bhayangkari dan kegunaanya lain oleh Personil Polsek Parapat, lalu bagaimana status bangunan tersebut apakah masih milik Polsek Parapat dan kenapa tidak ikut direvitalisasi?, apakah bangunan diatas lahan sekitar 5x20 m milik Polsek Parapat itu nantinya akan ikut di rubuhkan atau tidak? Karena itu masih aset Polsek Parapat melalui Polres Simalungun," katanya kepada Hetanews, Jumat.

Pertanyaan lain dilontarkan M Sinaga, terkait penyelesaian bangunan Polsek Parapat yang tepat waktu karena Desember merupakan musim liburan yang biasanya personil Polisi yang di BKO ke Parapat banyak berdatangan dan melakukan kegiatan pengamanan di wilayah Polsek Parapat.

"Apa benar nanti bangunan Polsek ini dapat diselesaikan selama 180 Hari, sedangkan Desember Musim liburan dan banyak personil polisi ke Parapat, sedangkan dari plank yang bertuliskan dimulai sejak 21 Juni 2023 sudah molor setengah bulan sampai hari ini." ujar Sinaga.

Dia juga mengaku senang dan bangga dengan pembangunan gedung baru Polsek Parapat namun dia menekankan agar semua pihak agar ikut berkontribusi mengontrol kualitas dan penyelesaian pembangunan gedung itu karena bangunan itu milik bersama.

"Mulai sekarang kita tetap akan kontrol proses pembangunannya dan yang jelas kita warga Parapat sangat senang dan bangga dengan pembangunan ini supaya wajah kota Wisata Danau Toba di Parapat semakin terlihat sebagai daerah DPSP", tutupnya.