HETANEWS.com - Sekutu Presiden Vladimir Putin, Dmitry Medvedev, mengatakan perang Rusia dan Ukraina bisa berlangsung selama beberapa dekade.

Pemicunya, tidak akan ada negosiasi selama Ukraina dipimpin oleh Volodymyr Zelenskiy.

Medvedev yang menjabat Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia ini menjelaskan, Rusia tidak dapat mempercayai gencatan senjata dengan penguasa Kiev.

"Konflik ini akan berlangsung sangat lama. Selama beberapa dekade, mungkin. Ini adalah realitas baru," kata Medvedev dikutip dari Reuters, Jumat (26/5).

Foto dari udara menunjukkan kehancuran di kota Bakhmut akibat serangan Rusia di Ukraina, yang dirilis pada 21 Mei 2023. Foto: Angkatan Bersenjata Ukraina /Handout via REUTERS

Invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022 telah memicu konflik Eropa paling mematikan sejak Perang Dunia II. Ini merupakan konfrontasi terbesar antara Moskow dan Barat sejak Krisis Misil Kuba 1962.

Ratusan ribu orang telah tewas dan banyak lagi yang terluka parah dalam konflik tersebut. Medvedev mengatakan, tidak mungkin ada negosiasi dengan Zelenskiy yang ia sebut sebagai 'badut'.

"Semuanya selalu berakhir dengan negosiasi, dan ini tidak bisa dihindari, tetapi selama orang-orang ini berkuasa, situasi Rusia tidak akan berubah dalam hal negosiasi," ucap Medvedev.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi markas besar Garda Nasional di Wilayah Luhansk, Ukraina yang dikuasai Rusia, Selasa (18/4/2023). Foto: Kremlin.ru/Handout via REUTERS

Potensi Perang Nuklir

Medvedev juga memperingatkan potensi perang nuklir. Ia berani menjamin, Rusia akan melancarkan serangan pendahuluan jika Ukraina mendapatkan senjata nuklir.

"Ada hukum perang yang tidak dapat diubah. Jika menyangkut senjata nuklir, harus ada serangan pendahuluan," kata Medvedev.

"Mengizinkan senjata nuklir Ukraina, sebuah langkah yang tidak pernah diusulkan oleh negara Barat, akan berarti 'sebuah rudal dengan muatan nuklir datang ke mereka'," jelas Medvedev.

Sumber: kumparan.com